Polemik Tanah, 10 Ribu Ikan Melayang

F Tanah embung

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID MENUNJUKKAN: Amaq Senah dan warga lain menunjukkan tanah embung, kemarin.

PRAYA – Buntut dari persoalan klaim tanah embung, Amaq Senimah harus kehilangan 10 ribu ikan yang dalam waktu dekat panen.

Nasib apes diterima pria 80 tahun ini karena tanah 2.500 meter persegi di Dusun Ketangge, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara diklaim sebagai tanah Gubernur General (GG ) atau tanah pemerintah. Tetapi  dengan surat kepemilikan peninggalan almarhum orang tua atas nama dan bukti pembayaran pajak tahun 2020 atas nama dirinya. Dia tetap bersikeras bertahan sampai sekarang.

Wartawam yang menemui Amaq Senah di kediamannya menceritakan semua yang terjadi. Kepada media dia mengatakan, ia begitu dikucilkan di kampungnya oleh warga. Bukan itu saja, setelah itu pihaknya harus menerima sanksi sosial dari masyarakat yakni dengan mengumumkan di masjid ketika sebelum pelaksanaan salat Jumat, bahwa Amaq Senah sudah tidak dianggap warga di dusun setempat.

“Saya sangat terpukul saat itu, batinsaya tertekan dengan sanksi sosial tersebut, belum lagi kerugian ikan yang dilepaskan  yang sudah berumur 4 bulan sebanyak 10 ribu dengan kerugian sekitar 25 juta,” bebernya.

“Lalu dimana keadilan,” tambah dia.

Atas kerugian ditrima dia, ia pun melaporkan kasus itu ke Polres Lombok Tengah dengan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan dengan Nomor:SP2HP/464/IX/2020/Reskrim pertanggal 26 September 2020, namun sampai saat ini belum ada kejelasan kasus tersebut.

“Saya berharap supaya semua oknum yang melakukan pelepasan ikan dan menyebabkan kerugian serta merusak besi pengaturan air, segera diproses hukum,” harapnya.

Terpisah, Kades Teratak Moh Ifkan yang dikonfirmasi via telpon mengatakan, pihaknya telah melakukan mediasi empat kali di dusun dan di desa. Hadir  tokoh masyarakat, bhabinkamtibmas dan bhabinsa.

Kades menerangkan, dimana tanah diklaim tersebut dulu tempat menaruh batu oleh masyarakat dan dilakukan gotong royong membuat embung dalam rangka kepentingan masyarakat banyak untuk pembangunan masjid. Tapi Amaq Senimah melakukan budidaya ikan di lokasi tersebut.

“Saya katakan waktu itu meminta supaya tanah tersebut dikosongkan, dan saya ganti modal ikannya supaya tidak jadi persoalan, sampai adanya pengakuan BPN kepemilikannya,” terang kades.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Fahri Hamzah Sayangkan Sikap Aparat

Read Next

Paling Penting Tingkatkan PAD

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *