Plt Dikbud NTB Dibuat Gerah

  • Bagikan
Plt Dikbud NTB
TONI/RADAR MANDALIKA.ID H Aidy Furqon

MATARAM-Sebanyak 23 siswa SMA/sederajat di Mataram yang diamanakan Satpol PP NTB di lokasi bermain game atau playstation, Selasa (11/2) direspons Dikbud.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dikbud NTB, H Aidy Furqon mengaku gerah atas adanya informasi tersebut. “Saya belakangan ini kok gerah adanya aktivitas di luar kontrol kita,” tegas Aidy saat ditemui, Rabu (12/2).

Dia menambahkan, untuk antisipasi hal serupa perlu ada kerjasama dari masyarakat dan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), untuk memberikan batasan buka gerai.

“Di Malaisya anak anak tertentu tidak boleh kelayapan pada jam-jam tertentu,” tegasnya.

Sisi lain, kata Aidy salah satu alternatif mensiagakan Satpol PP di tempat-tempat tertentu dan sekolah juga adanya pengawasan.  “Sekolah juga bisa mengontrol,” sarannya.

Menurutnya, sanksi dari siswanya yang membolos pada saat jam sekolah pihaknnya sedang mendalami. “Kalau itu aktivitas masif dan  memang susah dikendalikan, pertama panggil orang tua jangan-jangan mereka terorganisir dan sengaja kan itu gak boleh,” tegasnya.

 Sebelumnya, Satpol PP NTB mengangkut pelajar ditemukan di jalan Udayana dan sebelah barant Lombok Epicentrum Mall (LEM).

Saat razia, ada sekitar 23 pelajar yang diamankan. Selanjutnya dibawa ke kantor Pol PP. Razia ini digelar atas laporan masyarakat yang disampaikan kepada pihaknya. Siswa yang terjaring razia selanjutnya didata diberikan pembinaan. Tidak hanya itu, pihaknya memanggil sekolah dan orang tuanya.(ton)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *