Pleno, KPU Loteng Dihujani Kritikan

F PLENO

BUYUNG/RADAR MANDALIKA PLENO: Suasana rapat pleno terbuka, rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten, Rabu kemarin di eks Aerotel Praya.

PRAYA – Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten pada pemilihan bupati dan wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) 2020 berlangsung alot di eks Aerotel Praya, Rabu kemarin.

Di dalam pleno, KPU sebagai penyelenggara dihujani kritikan dengan sejumlah permasalahan oleh para saksi paslon. Termasuk pihak Bawaslu.

Saksi dari calon nomor urut 5 sempat walk out dari forum karena tak terima dengan proses berjalannya forum tersebut. Saat dikonfirmasi, saksi sekaligus ketua tim pemenangan paslon 5, Zaini mengatakan proses pleno tersebut tidak beres. “Kacau, ngak beres prosesnya. Nanti saya hubungi lagi dek,” katanya singkat.

Sementara, rapat yang turut dihadiri oleh Bawaslu Loteng, Kesbangpol, TNI, polri dan seluruh saksi paslon dimulai pada pukul 09.15 wita, kemudian dilanjutkan keproses rekapitulasi pada pukul 10.19 wita. Dalam pembacaan hasil rekapitulasi awal dari PPK Praya, para saksi dan Bawaslu sudah mulai mengkritik beberapa kinerja dari mekanisme yang dilakukan selama tahapan penyelenggaraan.

Di antaranya, Kordiv Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Lombok Tengah, Lalu Fauzan Hadi mengkritik kaitan dengan anggota KPPS yang ditemukan mendatangi pemilih berstatus sakit pada saat proses pencoblosan 9 Desember 2020 lalu. Dia mengatakan, prosedur yang dilakukan anggota KPPS tersebut dinilai tidak memenuhi asaz langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Ia melanjutkan, pihaknya juga menemukan sebanyak 17 orang pemilih yang menggunakan e-KTP untuk menyoblos, padahal mereka terdaftar di DPT, tetapi beberapa orang mengaku tidak mendapat surat C undangan dari KPU. Temuan tersebut di temukan oleh panwascam saat setelah pleno di kecamatan.

“Kita pertanyakan apakah benar KPU sudah memastikan bahwa pemilih ini sudah memiliki c pemberitahuan atau tidak,” tegas Fauzan.

Kemudian, persoalan kejadian pelemparan surat suara sisa yang ditemukan anggota PTPS di Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya.  Oleh karena itu, dalam hal ini pihaknya perlu penegasan terkait apa saja persoalan yang belum diselesaikan di tingkat kecamatan dan harus dibawa ke pleno tingkat Kabupaten.

Sementara itu, beberapa saksi paslon juga mempertanyakan kaitan dengan tidak adanya C kejadian yang menyebabkan permasalahan yang ada saat ini tidak memiliki record jelas.

“C kejadian mana, apakah KPU dan Bawaslu benar telah meneyesaikan persoalan dan temuan ini di bawah. Kenapa hal seperti ini di bawa ke pleno tingkat Kabupaten,” tegas saksi nomor 5, Zaini saat sebelum meninggalkan forum pleno.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PPK Praya, Khairul Hafizi mengaku tidak mengetahui kejadian pelemparan surat suara yang menjadi temuan Panwascam Kecamatan Praya tersebut. “Kita hanya tau hasil rekap saja, kejadian itu kita dapatkan setelah hasil rekap,” ujarnya.

Sama halnya dengan temuan soal surat C undangan. Pihaknya mengaku tak mengetahui persoalan tersebut. “Kenapa tidak mempermasalahkan hal ini di tingkat kecamatan, temuan seperti ini seharusnya di sampaikan pada saat pleno kecamatan,” jawab dia.

Sementara, kaitan dengan segala jenis prosedur yang dinilai kurang maksimal oleh bawaslu pihaknya mencoba menjelaskan namun dengan adanya bukti video tersebut, PPK Praya belum mampu menjawab hingga Bawaslu puas dengan klarifikasi mereka.

Ditambahkan, Ketua KPU Loteng, L Darmawan mengatakan, untuk pihak yang keberatan dengan proses ataupun mekanisme yang dinilai tidak maksimal, silakan membuat formulir keberatan. Kemudian, ditambahkan oleh Komisioner KPU Loteng, Lukman Hakim, dia mengatakan, beberapa kali permasalahan tingkat kecamatan di bawa ke Kabupaten. Seharusnya yang perlu dibahas saat ini adalah permasalahan soal data, bukan menjabarkan temuan yang seharusnya sudah selesai di pleno tingkat kecamatan. “Kenapa sekarang dibahas,” katanya.(buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

IPM NTB Menyedihkan

Read Next

Pengemis dan Pengamen Masih jadi PR Pemkot

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *