Pelabuhan Lembar Ditutup

F PELABUHAN

IST/RADAR MANDALIKA SEPI: Kondisi Pelabuhan Lembar terpantau sepi sejak resmi diberlakukan larangan mudik, kemarin.

LOBAR—Pelabuhan Lembar resmi ditutup untuk pelayanan penyeberangan kendaraan penumpang. Loket pelayanan tiket untuk penumpang dan kendaraan golongan II dan IV di pelabuhan Lembar juga ditutup. Kecuali truk yang melayani distribusi logistik antar pulau.
“Untuk hari pertama ini, sesuai dengan keputusan Kemenhub dari tanggal 6-17 Mei. Penumpang dan kendaraan roda dua serta kendaraan golongan IV (mobil pribadi, pikap) tidak boleh diseberangkan,” tegas Manajer Usaha PT. ASDP Cabang Lembar, Samiun Akbar, saat ditemui di Pelabuhan Lembar, Kamis (6/5).
Kondisi pelabuhan yang sebelumnya cukup ramai, kini terlihat sepi dari lalu lalang kendaraan. Terlihat sejumlah petugas kepolisian menjaga pintu masuk pelabuhan.
Namun masih ada beberapa kendaraan berat pengangkut logistik yang terparkir dan sedang menunggu jadwal penyebrangan. Sebelum memasuki kawasan pelabuhan, truk-truk ini pun diperiksa dengan ketat. Untuk mengantisipasi tidak adanya pemudik yang nekat dan bersembunyi di dalam truk.
“Truk-truk ini adalah yang domisilinya di Jawa, jadi diberangkatkan hari ini. Ini khusus truk pengangkut logistik,” terangnya.
Sebanyak 14 unit armada kapal tetap standby di Pelabuhan Lembar. Namun yang diberangkatkan untuk pengangkutan truk logistik akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. “Kalau memang truk pengangkut logistik yang akan diberangkatkan tidak ada, maka akan menunggu sampai ada baru mereka beroperasi,” bebernya.
Ditambahkannya, jumlah penumpang beberapa hari sebelum penutupan mengalami lonjakan sebesar 146 persen jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. Ini dikarenakan banyak masyarakat yang curi start untuk bisa mudik sebelum larangan mulai diberlakukan pada 6 Mei. “Kalau dibanding dengan tahun 2019, jauh sekali menurun,” ungkap Samiun.
Berbanding terbalik dengan kendaraan truk, volumenya di Pelabuhan Lembar tahun ini justru mengalami penurunan. Jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. Hal ini dikarenakan adanya lintasan lain yang juga mulai beroperasi di Lombok Barat, yakni pelabuhan Gili Mas. “Turunnya sekitar 46 persen yang truk ini” tandasnya.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

November 2021 Superbike Berlangsung

Read Next

LSM Gabungan Datangi Dewan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *