Pilkades di Loteng Belum Jelas

WhatsApp Image 2020 06 29 at 17.39.06

Jalaluddin

PRAYA – Lanjutan tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Lombok Tengah belum jelas kapan dilakukan.

Pilkades serentak di 16 desa terhambat gara-gara Covid-19. Anggaran jadi masalah utama sementara ini. Sehingga pemerintah belum bisa memastikan kapan dilanjutkan tahapan Pilkades.

Calon Kades Bonder Kecamatan Praya Barat, Selamat Riadi yang dikonfirmasi wartawan Radarmandalika.id mengatakan, pihaknya selalu siap kapanpun Pilkades ini di laksanakan. Namun, jangan sampai “jualan korona” jadi bahan untuk dijadikan alasan. Sebab ini bicara anggaran.

“Mau 2024 juga siap,” tegasnya.

Rebe sapaan akrabnya mengaku sangat muak melihat Pemkab yang seolah-olah korona jadi jualan. Jangan sampai ini terindikasi kesempatan dalam melancarkan aksinya sebagai penguasa.

“Pemda ini suka PHP,” sentil Rebe.

Rebe menganggap terkait pernyataan di media penyelenggara, DPMD harus mengunakan protokol, dan penambahan TPS cukup masif. Maka butuh anggaran cukup besar, sementara Pemkab tidak siap terhadap kondisi ini terutama dari sisi anggaran.

“Maka dalam kondisi ini Pemda tidak boleh seenaknya bersikap, harus dilihat sisi lain, sebelunya kita pahami mengingat Covid-19 namun sekarang sudah new Normal, lalu alasan apalagi,” tegasnya.

“Jangan sampai situasi ini di politisir oleh pemain elit, apalagi ini soal Pilkada akan barengan, jangan sampai ini di manfaatkan oleh oknum penguasa,” sentilnya lagi.

Sebenarnya kata Rebe, dia mau bicara cukup pedas, hanya saja soal etika. Ini soal Pilkada, Pemda dilihatnya memaminkan stuasi ini, bisa dibilang Pemda sibuk dengan Pilkada.

Terpisah, Kepala Dinas PMD Lombok Tengah,  Jalaludin yang dikonfirmasi mengaku masih dalam pembahasan soal Pilkades.”Kita mau rapat dulu dengan panitia desa Hari Rabu atau Hari Kamis,” jawab Jalal.

Jalaludin juga menyampaikan, mengenai anggaran Pilkades serentak ini pihaknya belum ada titik terang, mengingat keuangan daerah yang terbatas, di samping itu proses penambahan baru bisa setelah APBD perubahan bulan September atau Oktober.

“Jadi  serba sulit,” kata Jalal lagi.(r2)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bakohumas dan Media Daring, Kampanyekan Kabar Baik di Tengah Pandemi

Read Next

Lege Luruskan Postingan di Medsos

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *