Perjalanan Ahmad Muji Syahid Sampai jadi Barista Art Kopi Terbaik

  • Bagikan
F bok
IST/RADARMANDALIKA.ID SEMANGAT: Ahmad Muji Syahid saat mengikuti kejuaraan barista kopi tingkat provinsi, beberapa bulan lalu.

Beberapa Kali Gagal, Bahkan Sempat Kecelakaan Kerja

Kemampuan Ahmad Muji Syahid patut ditiru. Ia beberapa kali memperoleh juara dalam kejuaraan barista. Dia bersaing dengan puluhan peserta dari NTB bahkan provinsi Bali. Seperti apa?

KHOTIM-LOMBOK TENGAH

NAMA Ahmad Muji Syahid. Usianya masih tergolong muda, baru 27 tahun yang merupakan warga Dusun Batu Karang, Desa Ubung Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Sekarang Ojik panggilan kerannya sedang menyusun tugas akhir di Kampus Universitas Mataram jurusan keguruan.

Pemuda tanggung ini menggeluti dunia barista sejak tahun 2018, dengan dasar hobi dan sangat menyukai kopi awal mula semua ini. Dengan berbekal hobi, Ojik terus belajar penyajian kopi mengingat secara ketidak sengajaan saat menjadi pelayan di sebuah cafe tongkrongan di Kota Mataram.

Dari pengalamannya di late Art (seni menggambar di atas sajian kopi, red) dia juga mendapatkan di tempat kerjanya di kamila risoles di Mataram. Di sana dirinya bekerja sejak tahun 2017 hingga 2018. “Awalnya saya belajar itu susah, baru tahu proses pembuatannya dan bagaimana karakter kopi yang enak, nyaman dan seimbang itu belum tahu, mengingat teori saat itu belum sepenuhnya tahu komplit dipahami. Saya hanya paham artnya (menggambarnya) saja,” tuturnya.

Lanjut, pada tahun 2019 Ojik sempat nenganggur mengingat dalam kondisi mengerjakan tugas Praktek Kerja Lapangan (PPL) adi PGSDi Unram. Sementara sampai dengan sekarang sedang menyusun skripsi.

Pada tahun 2020, Ojik pun masuk lagi menjadi karyawan barista di Cafe Acibara, di sanalah dia mendapatkan teori kopi lebih mendalam dan detil dimana diajarkan oleh owner dan sharing dengan barista lainnya.

Tahun 2021 sampai bulan April, ia sampai harus mencari job di beberapa tempat. Sehingga muncul lah event barista meskipun sering gagal namun dia tetap ulet dalam melatih diri bahkan tidak mudah berputus asa kemudian mengikuti kompetisi barista.

“Pertama, iya sempat mengikuti kompetisi di Kopi O yakni lomba Late art (menggambar di atas kopi) dengan peserta sepulau Lombok, tapi gugur pada saat itu,” ceritanya.

 Kemudian dalam hasil akhir gambar yang dia hasilkan tidak sesuai seperti yang diinginkan dewan juri. Sedangkan di event lainnya De’laila dengan peserta se-NTB, Ojik juga gugur di sana mengingat kompetisi dalam manual brew (seduhan kopi manual), dia mengalami kesalahan resep.

“Kalau itu penjuriannya soal rasa bukan art,” tuturnya.

Kemusian dalam kegiatan lomba biasa-biasa saja unjuk kebolehan, dalam kegiatan Fun Battle Late Art, yang diadakan oleh samarkaton kopi shop dan dia mendapatkan juara 1.

“Saat itu memang hanya lomba biasa-biasa saja, ” ungkapnya.

Adapun kompetisi selanjutnya di Kuta Mandalika di Hotel GM dalam KMLAK (Kuta Mandalika Late Art Kompetisi), Ojik kembali mendapatkan predikat peserta terbaik 2, dimana dengan karyanya saat itu dengan menggambar Rose (bunga mawar) di atas kopi sajiannya. Dalam kompetisi kelima Ojik mengikuti di Sparga LBC (Lombok Brews cup) dan mendapatan juara terbaik. Dalam kompetisi manual brews yakni dalam teknik menyeduh kopi manual dengan aspek rasa yang menjadi penilaian utama. Menggunakan skor penilaian dari 4 Juri kelas Nasional. “Saya dapatkan nilai tertinggi dari 10 finalis, dari jumlah peserta yang ikut kualifikasi awal sekitar 75 orang, dari NTB dan Bali,” ujarnya.

“Setelah lomba saya gabung dengan manajemen Q Kopi Lab. Akhir 2021 saya di Coffe Shop Blau Fabrika di tempat baru di depan Kantor Bupati ini dah bantu teman dan sebentar lagi akan grand opening,” bebernya.

Dari perjalanannya, tentu tidak mulus. Ada saja persoalan dialaminya sampai bisa seperti saat ini. “Sama seperti sedang mengoperasikan mesin dan fokus terganggu mengingat mesin yang panas hingga terkena tangan, suhu tinggi hingga membuat lengan saya sampai hampir melepuh dan lebam seperti berbekas kenak knalpot motor,” ceritanya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *