Perayaan Tahun Baru Dibatasi Hingga Pukul 10 Malam

  • Bagikan
F TAHUN BARUUU
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA DIBATASI: Kawasan Senggigi Kecamatan Batulayar akan sepi saat tahun baru ini karena tak boleh ada perayaan, dan aktivitas hanya boleh sampai jam 10 malam.

LOBAR–Perayaan menyambut pergantian tahun baru di Lombok Barat (Lobar) hanya boleh sampai jam 22.00 wita atau 10 malam. Surat Edaran (SE) terkait hal itu sudah dikeluarkan Bupati Lobar sesuai dengan Irmrendagri 66 Tahun 2021. “Awalnya saya terbayang bisa dari jam 10 sampai jam 12, cuma tiga hari yang lalu ada perintah tegas dari bapak Mendagri sesuai dengan yang sekarang kita putuskan yaitu sampai jam 10 malam saja,” terang Bupati Lobar, H Fauzan Khalid, Selasa (28/12).

Diskusi secara internal dengan Forkopimda Lobar diakui Fauzan sempat dilakukan dengan harapan ada kelonggaran masyarakat bisa melakukan kegiatan. Namun kebijakan pemerintah pusat tak bisa diabaikan. Sebab tak hanya instruksi Mendagri, lebih tegas lagi perintah Kapolri ke Kapolda berikutnya ke Kapolres. “Ada lagi perintah Panglima TNI ke KSAD ke Danrem lalu ke Dandim. Ini yang melandasi kami membuat Surat Edaran,” tuturnya.

Hal tersebut juga ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar H Saepul Akhkam. Pada pertemuan sosialisasi yang digelar di kawasan Senggigi, ia mempertegas keberlakuan Surat Edaran Bupati berdasarkan Instruksi Kementerian Dalam Negeri terkait perayaan tahun baru tanggal 31 Desember 2021 sampai tanggal 1 Januari 2022. “Sifatnya sudah baku, jadi pada pukul 22.00 (10 malam) kegiatan perayaan tutup,” ucapnya.

“Tapi khusus untuk kegiatan di dalam hotel yang melayani tamu bisa tetap lanjut,” imbuhnya. Keputusan ini diambil, kata Akhkam, tentunya didasari oleh kehawatiran penyebaran varian virus baru yang sudah mulai masuk ke Indonesia.

Sementara, Ketua Asosiasi Penguasaha Hiburan Lobar, Suhermanto sedikit menyayangkan keputusan jika harus menutup total tempat hiburan di jam 10 malam saat tahun baru.

“Dari jauh hari memang pak Bupati sudah memberikan info kalau tidak ada perayaan tahun baru, dan kami sepakat mendukung itu. Kita tidak ada perayaan khusus, mengundang artis maupun event lainnya, karena emang terkendala hal itu,” ujarnya.

Namun ia berharap untuk kegiatan usaha bisa tetap berjalan seperti biasa. “Karena pada malam itu mungkin pengunjung sudah di bawah 50 persen karena adanya penyekatan di sejumlah tempat,” cetusnya. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *