Perangkat Desa Kuripan jadi Tersangka

F NARKOBA.. scaled

LOBAR—Seorang perangkat Desa Kuripan Kecamatan Kuripan yang masih aktif resmi ditetapkan tersangka oleh Satreskrim Polres Lombok Barat (Lobar), atas dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) tahun anggaran 2018. Menyusul mantan kepala desa (kades) yang lebih dulu ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolres Lobar.

“Itu pengembangan dari tersangka sebelumnya mantan kades yang sudah ditahan dan tahap dua, dan proses persidangan,” ungkap Satreskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq yang dikonfirmasi, kemarin.

Menurutnya, tersangka sudah dilakukan pemeriksaan. Sebelumnya tersangka yang merupakan staf desa ini terbukti terlibat atas dugaan penyalahangunaan DD yang menimbulkan kerugian tidak lebih dari Rp 50 juta, sesuai hasil audit yang dilakukan Inspektorat. Polisi sudah memberikan  jenjang waktu untuk melakukan pengembalian kerugian negara. Namun yang bersangkutan tak menunjukan itikat baik melakukan pengembalian.

 “Akhirnya kita lanjut (tetapkan tersangka), karena tidak ada itikat baik mengembalikan,” jelasnya.

Meski demikian, polisi tidak melakukan penahanan terhadap tersangka. Karena dinilai kooperatif dalam menjalani proses hukum yang berlangsung. “Dalam waktu dekat kita akan kirim berkasnya, kini sudah naik sidik,” ucapnya.

Selain Desa Kuripan, Satreskrim juga sudah menetapkan mantas kades dan mantan sekretaris Desa Terong Tawah atas kasus yang sama, yakni penyalahgunaan DD tahun 2018. Kasus ini menimbulkan kerugian negara mencapai sekitar Rp 448 juta.

Menurut Shidiq, kedua tersangka sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. “Sudah kita lakukan pemeriksaan sebagai tersangka pada tanggal 17 Oktober 2020,” jelasnya.

Ia memastikan memiliki bukti yang kuat menetapkan kedua mantan pejabat desa itu sebagai tersangka. Sejauh ini, proses pemberkasan untuk ke tahap kejaksaan sedang dilakukan. Sama dengan perangkat Desa Kuripan, polisi tidak melakukan penahanan lantaran kooperatif. “Penahanan tidak wajib kita lakukan, kecuali dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, melarikan atau melakukan tindak pidana lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kuripan, Hasbi yang dikonfirmasi mengaku, sudah mengetahui kabar ditetapkannya tersangka salah seorang perangkat desanya itu. Ia pun membenarkan jika hingga kini bersangkutan masih aktif sebagai perangkat desa.

Sebelumnya menjadi sekretaris Tim Pelaksana Keuangan (TPK) pada masa mantan kades terdahulu.

 “Sementara masih aktif. Kalau sudah terdakwa baru bisa mundur,” ujarnya singkat.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Lima Wisatawan Tersesat Ditemukan

Read Next

DPR RI Sebut Kinerja ITDC Tidak Memuaskan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *