Pengamat: Sekda Selalu jadi Incaran dan Target di Pilkada

  • Bagikan
F sekda gubernur
DOK/RADAR MANDALIKA PEMIMPIN: Dari kanan, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah foto bersama dengan Sekda NTB, H. Lalu Gita Ariadi, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Posisi sekretaris daerah (Sekda) selalu jadi incaran dan target jelang Pilkada. Salah satunya, Sekda NTB HL. Gita Ariadi jelang Pilkada 2024 mendatang.
“Dimana mana momentum Pilkada sudah pasti Sekda menjadi incaran dan target,” ungkap Pengamat Politik NTB, Ihsan Hamid kepada Radar Mandalika.

Sekda penguasa ketiga setelah wakil gubernur. Sekda merupakan pimpinan para ASN lingkup Pemprov NTB sehingga daya tawar politiknya cukup diperhitungkan.
“Makanya dimana mana Sekda sering dijadikan calon wakil oleh kepala daerah. Misalnya Pilkada 2020 di Loteng dan di KLU,” beber akademi UIN Mataram itu.
Menurutnya, daya tawar Sekda tinggi. Walaupun secara legal formal Sekda itu pejabat administratif atau kepala tertinggi PNS di daerah, tetapi dalam banyak sisi Sekda bisa dianggap masuk kategori jabatan politik, sebab posisi dan kewenangannya sangat strategis. Sebagai kepala PNS, Sekda itu pusat komando.

“Sekda itu bisa dibaca sebagai jabatan politik. Karena dia termasuk orang nomor 3 yang punya posisi strategis tadi,” katanya.

Terlebih Sekda NTB sekarang merupakan putra asli Lombok Tengah. Sementara, Loteng daerah dengan jumlah pemilih terbesar kedua di NTB. Hal itu bisa membuat posisinya semakin diincar.
Selanjutnya, proses pengangkatan Sekda itu bukan di gubernur dan wakil gubernur. Namun dia diputuskan langsung oleh pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri)

Oleh sebab itu, bukan mustahil lagi setiap calon Kepala Daerah tidak melirik Sekda untuk dijadikan partner memimpin daerah. “(Lagi lagi) Sekda bisa jadi incaran. Sangat terbuka peluang ikut berkontestasi,” sebutnya.

Peluang besar itu bisa didapatkan jika Sekda punya kekuatan finansial, logistik jariangan dan dukungan Parpol. “Saya kira terbuka lebar,” ungkap dia.

Kendati demikian, Ihsan melihat Lalu Gita Ariadi sampai saat ini belum memperlihatkan animo politiknya. Sekda sepertinya masih ingin fokus bekerja apalagi posisinya sebagai pemimpin tertinggi birokrasi itu baru saja ia dapatkan dua tahun lalu.
“Saya lihat Sekda belum ada gelagat kesana,” katanya.

Ihsan sendiri menyarankan sebaiknya Sekda fokus saja bekerja sampai masa akhir jabatannya. Jika pun berniat menjadi calon kepala daerah atau wakil bisa pada Pilkada selanjutnya (2029).
“Kalau sudah selesai bisa pikirkan,” tuturnya.

Gita harus memberikan yang terbaik mulai saat ini. Supuya publik bisa meberikan penilaian. Ada banyak event -event internasional di daerah misalnya World Superbike (WSBK) dan juga MotoGP bisa dijadikan kesempatan menunjukkan peluang Gita untuk bisa bekerja terbaik.

“Fokus aja dulu, kosentrasi bekerja
di semua ke event-event itu, toh publik nanti tidak akan buta,” tutupnya.(jho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *