Pendemo Sampaikan Belasan Tuntutan ke AMNT

F demo 1

IST/RADAR MANDALIKA MASSA AKSI: Puluhan warga lingkar tambang saat turun demo di kantor PT AMNT, kemarin di KSB.

MATARAM – Puluhan warga yang tergabung dalam gerakan masyarakat lingkar tambang akhirnya melakukan aksi demo di Gate Benete PT AMNT di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Senin kemarin.

Kordum aksi, Yuni Bourhany dan Korlap Mahfud Al-Asni menuntut pemilihan ekonomi masyarakat lingkar tambang. Massa aksi menuntut PT AMNT melakukan pemberdayaan terhadap seluruh lini kehidupan masyarakat untuk lebih baik. Kemudian, memberikan kembali dana CSR ke masing-masing desa se-lingkar tambang.”Pemulihan perekonomian masyarakat dengan memperioritaskan tenaga kerja lingkar tambang,” ujar Kordum Yuni.

Pihaknya juga meminta AMNT membuka balai training di wilayah lingkar tambang. Termasuk menutup akses rekrut satu pintu. Kemudian mereka menuntut  pemberdayaan pengusaha lokal dengan mengaktifkan kembali lokal bisnis inisiatif (LBI)). Memberikan kembali akses vsitor.

“Kami mendesak PT AMNT agar menggunakan jasa buruh untuk bongkar muat barang supleyer,” katanya.

Massa aksi juga meminta mengembalikan wewenang parkir Gate Benete ke pihak desa. Menuntut perusahaan agar pengelolahan limbah scrap melibatkan lembaga adat. Lalu tranparansi terkait smelter dan menuntut perusahaan agar memecat Yudha Ardinata sebagai managers social Impact PT AMNT karena tidak mampu menyelesaikan permasalahan warga lokal.

“Massa aksi terdiri dari pedagang pasar,  ojek, pemilik warung dan nelayan serta pengusaha kos-kosan di wilayah kecamatan Maluk,” katanya.

Belasan spanduk dengan beragam tulisan juga dibentang di lokasi. Pengusaha warung makan butuh pelanggan. “Kami pedagang Maluk menggugat PTAMNT untuk memulihkan kondisi pasar.  Kami pedagang klontong menggugat PT AMNT untuk mengembalikan pelanggan kami,” desaknya.

Dalam tulisan spanduk lainnya, PT AMNT disebut penjajah bagi masyarakat lingkar tambang. Termasuk pengusaha kost menggugat PT AMNT mengembalikan karyawan untuk tinggal di Maluk. “Kami hanya butuh bertemu dengan Dirut PT AMNT. Usir Yudha Artha  dari batu hijau,” katanya.

Ditambahkan koordinator lapangan, Mahfud Al-Asni menyampaikan 11 tuntutan terhadap PT AMNT. Di antaranya mengharap agar pihak yang berkepantingan mau menemui peserta aksi. Katanya keberadaan PT AMNT ada tanggung jawab sosial masyarakat. Ada tiga hal yang perusahaan harus ingat dan bisa di tutup yaitu apabila ada penyalahgunaan kontrak dengan pemerintah, apabila ada pencemaran wajib di tutup dan perusahaan tidak memperhatikan masyarakat.

Koordum Aksi,  Yuni Bourhany menyampaikan 13 tuntutan terhadap PT AMNT meminta agar bertemu dengan Dirut, meminta data kepada perusahaan untuk dilaksakan treking covid-19.

“Kita tidak akan bertemu dengan orang yang tidak berkompeten. kita hanya mau bertemu dengan pemegang saham. Tujuan kita hari ini adalah berdialog, kalau tidak ada respon kita akan turun aksi selama 30 hari kerja,” ancamnya.

Pukul 11.37 wita sempat terjadi insiden koordum aksi Yuny Bourhani meghadang bus yang mengantar karyawan PT AMNT akan tetapi bisa di amankan oleh aparat keamanan yang bertugas di lapangan.

Pukul 12.00 wita telah datang perwakilan aksi masa dari taliwang yaitu dari kelompok gerakan masyarakat sumbawa barat (geram) sebanyak 10 orang yang dipimpin oleh harun wijaya dengan langsung memberikan orasi. Mereka mengaku kecewa dengan keberadaan tambang PT AMNT karena tidak memberikan distribusi apapun buat masyarakat Sumbawa Barat.

Tidak hanya itu, aturan yang di buat di PT AMNT sangat tidak masuk akal,  karma dalam pelaksaan isolasi mau ketemu keluarga atau menjenguk keluarga yang sakit saja tidak di perbolehkan.

Terhadap aksi tersebut koran ini mencoba menghubungi pihak PT AMNT melalui Publik Relationship PT AMNT,  Kartika Noviani namun belum memberikan tanggapan hingga berita ini dituturkan. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Mahalli Disebut Gagal Pimpin Demokrat NTB

Read Next

Pemkot Akan Evaluasi Simulasi PTM

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *