Pendangkalan Sungai Picu Banjir di Pengembur

  • Bagikan
F Banjirr
FENDI/ RADAR MANDALIKA MELINTAS: Seorang pengendara saat melintas di atas genangan, belum lama ini.

PRAYA – Banjir yang terjadi di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut diakibatkan pendangkalan sungai.

Kades Pengembur, L Moh Sultan menjelaskan, penyebab banjir bandang yang melanda beberapa dusun di Pengembur pekan lalu disebabkan oleh pendangkalan sungai. Hal ini terlihat dari dampak banjir bandang tersebut yakni hanya menggenangi rumah warga yang berjarak 50 sampai 100 meter dari bantaran sungai.

Kejadian banjir ungkapnya, memang tidak hanya terjadi pada tahun ini. Bahkan setiap tahun rumah penduduk yang ada di bantaran sungai terancam banjir disebabkan luapan air sungai.

“Setiap tahun rumah mereka tergenang, namun makin hari semakin parah. Bahkan beberapa rumah warga terendam sampai dada orang dewasa,” jelasnya pada Radar Mandalika, kemarin.

Selain pendangkalan sungai, pihaknya juga tidak menapikkan keberadaan sampah yang ikut menjadi pemicu tersumbatnya aliran sungai sehingga luapan air semakin besar.

Sebagai daerah yang dilewati sungai, ada kondisi berbeda yang dihadapi, yakni besarnya arus air dari hulu. Kades menduga hal ini diakibatkan oleh menyempitnya serapan air di wilayah hulu yakni Desa Tanak Awu dan Sengkol disebabkan oleh pesatnya pembangunan.

“Di sekitar bandara itu dulunya kan bentangan sawah, sekarang sudah ditanami gedung, sehingga serapan air sedikit,” ungkapnya.

Untuk dapat terhindar dari banjir secara  terus menerus, pihaknya sangat berharap keterlibatan pemerintah dan juga Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk bisa memantau dan melakukan pengerukan terhadap sungai yang sudah mengalami sedimentasi.

Berkaitan dengan jumlah warga yang terdampak karena banjir bandang tersebut sebanyak 110 orang yang tersebar di lima titik Leko, Duduk, Rajan, Pengembur Lauk dan Penyampi.

Selain mengenangi rumah, beberapa lahan pertanian warga tergenang banjir. Kerusakan fasilitas umum akibat banjir juga masih belum diperbaiki secara permanen. Dimana jembatan yang amblas di Dusun Sinah jelasnya, belum dibangun permanen hanya dibuatkan jembatan alternatif untuk digunakan warga setiap hari.

Kades berharap persoalan banjir ini dapat segera tertangani dengan keterlibatan pihak terkait untuk  melakukan pengerukan sedimentasi dan mengawasi kondisi saluran sungai yang ada. Sehingga warga dapat terhindar dari bencana banjir.

“Kalau intensitas hujan besar kita tetap ada potensi banjir, kecuali kalau dikeruk dan sungai ini perlu terus diawasi, tentunya kami pemerintah desa juga siap membantu,” tegasnya. (ndi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *