Pemprov NTB Bilang Aman, Mahalli: Stok Oksigen Sangat Kurang

F oksigen 1

IST/RADARMANDALIKA.ID CEK: Petugas saat menunjukkan stok oksigen kepada gubernur NTB saat melakukan pengecekan, pekan lalu.

MATARAM – Komisi V DPRD NTB melangsungkan rapat kerja bersama mitra, Dinas Kesehatan NTB dan Direktur RSUD Provinsi NTB yang berlangsung di gedung Udaya, Senin kemarin. Dalam rapat tersebut ditemukan beberapa hal yang cukup mencengangkan. Di tengah kasus semakin melonjak saat ini penanganan yang dilakukan Satgas Covid-19 serba terbatas.

“Tingkat pandemi terus naik, ini belum puncak tetapi keterbatasan penanganan terasa,” tegas Ketua Komisi V DPRD NTB, TGH Mahalli Fikri kepada media.

Mahalli menyebutkan, stok oksigen sebetulnya sangat kurang. Satgas tengah berupaya mencari alternatif lain, mendorong cara-cara cerdas dalam mengatasi hal tersebut.
“Masalah oksigen jelas itu kurang. Sekarang sedang diupayakan alternatif lain (oleh Satgas),” terang Mahalli.

Jika pemakaian oksigen dilakukan dengan pasti stok akan semakin berkurang dari jumlah yang dibutuhkan masyarakat. Solusi yang bisa dilakukan efisiensi atau ngirit pemakaian.
“Harus ada cara-cara cerdas termasuk efisiensi itu,” dorongnya.

Satgas sedang berusaha meminta bantuan ke luar daerah. Dan disampaikan Minggu (25/07) malam kemarin Pemprov menerima bantuan suplay oksigen dari Surabaya.
“Ia istilahnya memerlukan kerja keras. Semua ini serba gentot istilah untuk terbatas. Ibarat selimut kaki ditutup kepala kelihatan, kepala ditutup kaki kelihatan. Itulah kondisi dalam hadapi Covid-19 ini,” terang Ketua DPD Demokrat NTB itu.

Mahalli juga mengatakan, kondisi itu membuat Satgas tidak jarang panik. Namun hal itu dimakluminya. Hampir tidak ada satu bangsa yang tidak panik. Jangankan negara berkembang negara maju pun dibuat panik.
“Satu catatan, ini belum puncak. Semakin banyak orang diperiksa semakin banyak orang terdeteksi,” yakin Mahalli.

Komisi V juga mendorong Dikes agar meminta keterlibatan RS yang belum menerima pasien Covid-19 dilibatkan. “Kita tawarkan di Lombok RS swasta lebih diarahkan untuk tangani Covid ini juga. Begitu juga di Sumbawa sehingga tidak hanya satu RS yang tangani Covid-19,” tegasnya.

Komisi V juga akan memanggil Satgas Pemprov lainnya. Ini disebabkan masih saja ada perbedaan pemahaman anggota satu Satgas dengan yang lain yang menyebabkan masyarakat menjadi bingung, pemahaman semakin rumit dan simpang siur. Sehingga menyebabkan ada kesan di tengah masyarakat Satgas tidak bisa bekerja dengan baik.
“Kita akan minta pimpinan DPRD memanggil supaya mereka bisa berdialog dengan kita. Jangan sampai ada beda pemahaman,”katanya.
“Jangan ada Satgas yang mengatakan yang ini kita terbatas tapi yang lain bilang cukup, kan simpang siur jadinya,” sambungannya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Lalu Hamzi Fikri tidak ingin mengatakan pihaknya kualahan menangani Covid-19 itu. “Ikhtiar maksimal harus dilakukan, kerjasama semua pihak, setelah ihtiar maksimal doa agar kita semua bisa mengatasinya,” tegas Fikri dikonfirmasi terpisah.

“Tetap tenang dan selalu waspada,” pesannya.
Terkait dengan kekurangan oksigen itu Fikri mengatakan Satgas oksigen yang diketuai oleh asisten II, Ridwan Syah sudah mengusulkan oksigen konsentrator ke Kemenkes. Selain itu sebagai langkah lainnya yaitu efisiensi penggunaan oksigen di setiap RS serta diusulkan penambahan pasokan oksigen .
“Sore tadi Satgas oksigen sudah vicon dengan pak Wakil Menteri Kesehatan,” bebernya.

“Setiap hari ada evaluasi dari Satgas oksigen,” sambung dia.

Fikri juga membenarkan adanya masukan dari komisi V untuk pelibatan RS link ya berpartisipasi menangani Covid-19 ini.
“Ikut dalam penanganan Covid-19 dengan menyiapkan SDM, sarana untuk penanganan pasien covid-19,”katanya.

Sementara, Direktur RSUP NTB, dr Herman Mahaputra juga mengakui akan dilakukan efisiensi dalam penggunaan oksigen. “Ya kita upayakan efisiensi penggunaannya sambil nunggu droping oksigen dari penyedia dan pusat akan membantu memberikan oksigen consentrator,” kata Jack terpisah. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Belum Ada Pengganti, Masa Jabatan Rektor UIN Mataram Selsai

Read Next

Mediasi Buntu, Kades Barejulat Dikabarkan Jatuh Sakit

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *