Pemkab Loteng Klaim Ketersediaan Pangan Aman

WhatsApp Image 2020 05 01 at 09.27.12 2

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID SIAP PANEN: Seorang petani melihat tanaman padinya yang siap panen.

PRAYA – Di tengah merebaknya wabah virus korona. Pemkab Lombok Tengah mengklaim ketersediaan pangan di Gumi Tastura aman.

Kendati ada sebagian petani padi bahkan jagung yang gagal panen. Hal ini disebabkan serangan hama balas untuk padi, dan hama belalang untuk tanaman jagung.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, L Iskandar mengatakan, momen panen saat ini mengalami penurunan jumlah produksi. Demikian juga soal kualitas dan kuantitas.

“Harga resmi jagung 3.150 per kg dari pemerintah,” bebernya kepada wartawan, Kamis lalu.

Adapun estimasi ketersediaan pangan Lombok Tengah, periode tanam Oktober sampai dengan Maret 2019-2020. Sebagai sampel, di Kelompok Tani Desa Gapura Kecamatan Pujut pada 23 April 2020 di mana luas baku lahan sawah Lombok Tengah sekitar 54.517 hektare dengan luas lahan sawah versi BPS, BPN ATR/ BIG sekitar 50.282 hektare dengan selisih kurang lebih 4.235 ha.

Kata Iskandar, sedangkan produksi padi, target luas tanam periode Oktober sampai dengan Maret sekitar 71.907 ha dengan realisasi seluas 60.513 ha, dimana luas padi sawah sekitar 54.426 ha, luas padi ladang 43.63 ha dan luas padi lainnya sekitar 1.724 ha. Panen raya Pada April sampai dengan Mei sekitar 44780 ha.

Adapun realisasi panen sampai April sekitar 24.674 ha. Dimana konversi ke pematang 587 ha, serangan hama/ penyakit / puso 1.498 ha, dan luas panen sekitar 58.428 ha. sedangkan produktivitas mencapai 56,405 kuintal per hektare. Produksi mencapai 329.826 ton, selanjutnya Konversi beras 202.018 ton, sedangkan untuk konsumsi sekitar 35.234 ton.

“Sehingga ketersediaan beras kurang lebih 66784 ton,” bebernya.

Maka kondisi ketersediaan pangan tingkat masyarakat di beberapa kelompok tani, seperti Gapoktan Dwijati Desa Truwai stok beras 6.000 kg, Gapoktan Bismillah stok gabah 20.000 kg stok beras 11.000 kg.

“Ini membuktikan bahwa kita masih aman dalam ketersediaan pangan di tingkat masyarakat Lombok Tengah,” tegasnya.

“Mengenai produksi jagung, dengan luas tanam 12.116 ha, untuk luas panen bulan Maret 5.065 ha, kemudian aktivitas 54,60 kuintal per ha, dengan produksi 2.738 ton,” sebut Iskandar.

Sedangkan untuk produksi kedelai dengan luas tanam 3.534 ha, luas panen bulan Maret 2387 ha, produktivitas 11,48 kuintal per ha dengan poduksi mencapai 2.738 ton.

Berdasarkan data tersebut, kata Iskandar, maka harga bahan pangan saat ini yakni, gabah kering panen (GKP) bervariasi sekitar Rp.3.800 sampai dengan Rp. 5.500 per kg tergantung kualitas. Sedangkan harga beras Rp. 9.200 per kg. Harga jagung tongkol tingkat petani Rp. 3.800 sampai dengan Rp. 4.300 per kg. Kemudian harga jagung pipilan Rp.5.300 per kg. Dan harga kedelai tingkat petani bervariasi dari Rp.15.000 sampai dengan R17.000 per kg. (r2)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Oknum Kades di Loteng Diduga Aniaya Warganya

Read Next

2 Mei, 250 Positif dan 36 Orang Sembuh di NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *