Pemerintah Perlu Siapkan Reward Bagi Tim Medis

F MEDIS

IST/RADAR MANDALIKA RAPID TEST: Tenaga medis saat tengah turun ke lapangan untuk melakukan rapid test terhdap sejumlah warga yang pernah kontak dengan pasien positif belum lama ini.



KLU–Bencana non alam yang menimpa Lombok Utara dan dunia saat ini tentunya menjadi sorotan. Tim medis menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien positif Covid-19, termasuk di Lombok Utara. Sehingga keberadaan tim medis menjadi atensi.

Untuk itu, kalangan dewan mendorong agar pemerintah memberikan kebijakan perhatian terhadap kinerja tim medis. Bentuknya dengan menyiapkan reward atau uang kaget yang memang dinilai sangat layak diberikan kepada tim medis. “Tim medis ini juga harus jadi perhatian, harus menjadi prioritas. Karena kita semua tahu mereka berjuang dalam menangani pasien yang terkontaminasi Covid-19, saat ini,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Lombok Utara, Artadi, kemarin.

Tidak cukup menangani. Tim medis pun memiliki risiko besar dalam situasi yang dihadapi karena berpotensi tertular dari wabah Covid-19. Karena beberapa pengalaman di sejumlah daerah banyak ditemukan tim medis yang tengah berjuang ditemukan positif Covid-19. Bahkan ada juga yang meninggal. Namun untuk Lombok Utara kasus demikian belum ditemukan walaupun ada tenaga medis yang ditemukan reaktif Covid-19.

Ia berharap hal ini bisa menjadi perhatian. Pemerintah daerah bisa menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk didorong dalam penganggarannya guna memberikan uang kaget kepada tenaga medis, melalui kementerian terkait yang membidangi. Karena berkaca dari bencana gempa lalu, tenaga guru di Lombok Utara mendapat dana bencana dari Kementerian Pendidikan yang nilainya cukup banyak. Namun tenaga medis justru terkesan terlupakan, padahal mereka juga berjuang dalam menangani korban kala itu. “Kita minta Pemda sampaikan hal ini ke pusat,” pintanya.

Jika sangat sulit untuk direspon pusat, setidaknya daerah dapat mengambil kebijakan dalam mengatur hal itu. Melalui TAPD bisa memikirkan atau melakukan kajian untuk mengambil kebijaksanaan dalam hal ini dari anggaran daerah.

Menyinggung Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis yang sangat terbatas dirasakan dalam menangani wabah Covid-19 di Lombok Utara, Artadi memilih untuk tidak kritis dalam persoalan ini. Ia menyadari pemerintah daerah telah menganggarkan bantuan untuk penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan JPS dari anggaran sebesar Rp 65 miliar. Hanya saja ia melihat tidak bisa dibelanjakan dalam waktu cepat. “Telah disepakati belanja APD dari dana itu, mungkin proses pengadaannya dilakukan bertahap,” bebernya.

Sementara, terkait dengan belanja penanganan Covid-19 dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang nilainya ratusan juta sebaiknya kata Artadi, dikaji ulang. Ia melihat dari anggaran itu jika hanya untuk penyemprotan dan pembagian masker. Apalagi proses itu sudah dilakukan oleh tim satgas Covid-19 Lombok Utara yang telah turun menyemprot. Disamping itu desa juga telah membentuk satgas untuk melakukan upaya pencegahan.
“Kita berharap alokasi anggaran yang ada dapat terkelola maksimal dengan sasaran yang tepat,” tegasnya. (dhe)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dicari-cari, Istri Anggota Dewan Positif Korona Ditemukan di Hotel

Read Next

Tak Masuk Data JPS, Warga Ngamuk Rusak Kantor Desa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *