Oleh : Kelompok KKN UNRAM DESA SAJANG 2026
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan perekonomian masyarakat desa. Keberhasilan suatu destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam yang dimiliki, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diberikan kepada wisatawan. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata harus melibatkan seluruh unsur masyarakat yang terlibat secara langsung dalam aktivitas wisata.
Wisata Mangku Sakti di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Keunikan bentang alam, aliran sungai, serta panorama pegunungan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Namun demikian, pengelolaan destinasi tidak hanya bergantung pada pemerintah desa atau pengelola wisata, melainkan juga membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan.
Salah satu kelompok yang memiliki peranan penting adalah Kelompok Jasa Transportasi Wisata Mangku Sakti. Kelompok ini menjadi pihak pertama yang berinteraksi dengan wisatawan sejak memasuki kawasan wisata hingga kegiatan berwisata selesai. Sikap, pelayanan, dan informasi yang diberikan oleh para pengemudi akan memengaruhi kenyamanan serta kepuasan wisatawan selama berkunjung.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pengelolaan pariwisata sebagai upaya pemberdayaan Kelompok Jasa Transportasi Wisata Mangku Sakti. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas anggota kelompok dalam memberikan pelayanan yang berkualitas sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian kawasan wisata.
Metode Pelaksanaan
Kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026 bertempat di Sajang Valley Estate, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur dengan sasaran utama anggota Kelompok Jasa Transportasi Wisata Mangku Sakti.
Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar peserta dapat memahami konsep pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat. Selanjutnya peserta diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman, kendala, maupun pendapat mengenai pelayanan wisata yang selama ini mereka lakukan. Pendekatan partisipatif dipilih agar terjadi komunikasi dua arah sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Materi yang diberikan meliputi pelayanan prima kepada wisatawan, penerapan sikap ramah dan sopan, keselamatan dan kenyamanan pengunjung, pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata, pelestarian lingkungan, serta pemanfaatan digital branding dalam memperkenalkan potensi Wisata Mangku Sakti kepada masyarakat luas.
Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan sosialisasi berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari seluruh peserta. Anggota Kelompok Jasa Transportasi Wisata menunjukkan antusiasme selama mengikuti kegiatan, terutama pada sesi diskusi yang membahas pengalaman mereka dalam melayani wisatawan.
Materi mengenai pelayanan prima memberikan pemahaman bahwa keramahan, kesopanan, serta kemampuan memberikan informasi yang benar merupakan bagian penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang menyenangkan. Para peserta menyadari bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh langsung terhadap kepuasan wisatawan dan dapat meningkatkan kemungkinan kunjungan ulang maupun promosi dari mulut ke mulut.
Selain aspek pelayanan, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga keselamatan wisatawan selama perjalanan menuju lokasi wisata. Mengingat medan menuju kawasan Mangku Sakti cukup menantang, pengemudi memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan selama proses transportasi berlangsung.
Materi mengenai kebersihan lingkungan dan pelestarian alam juga mendapat perhatian khusus. Peserta memahami bahwa kelestarian kawasan wisata merupakan aset utama yang harus dijaga bersama. Kerusakan lingkungan tidak hanya mengurangi daya tarik wisata, tetapi juga dapat berdampak terhadap keberlangsungan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.
Pembahasan mengenai digital branding menjadi materi yang menarik karena sebagian besar peserta belum memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Melalui sosialisasi ini, peserta dikenalkan pada pentingnya penggunaan media sosial sebagai media untuk memperkenalkan keindahan Wisata Mangku Sakti sekaligus membangun citra positif destinasi wisata.
Selama sesi diskusi, peserta menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi di lapangan, seperti masih adanya wisatawan yang kurang memahami aturan kawasan wisata, perlunya peningkatan koordinasi antaranggota kelompok, serta pentingnya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga kualitas pelayanan wisata. Diskusi tersebut menghasilkan berbagai masukan yang diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan pengelolaan Wisata Mangku Sakti ke depan.
Kesimpulan
Kegiatan sosialisasi pengelolaan pariwisata yang ditujukan kepada Kelompok Jasa Transportasi Wisata Mangku Sakti merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Sajang. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pelayanan prima, keselamatan wisatawan, kebersihan lingkungan, pelestarian alam, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi destinasi.
Peningkatan kapasitas kelompok jasa transportasi diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih profesional sehingga dapat meningkatkan kepuasan wisatawan sekaligus memperkuat citra Wisata Mangku Sakti sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lombok Timur. Keberlanjutan kegiatan serupa juga diperlukan agar pengembangan pariwisata dapat berlangsung secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.(*)

