PRAYA – Realiasai pembangunan Dam Mujur di Lombok Tengah (Loteng) rupanya masih belum menemukan titik penyelesaian di tengah masyarakat. Pasalnya warga yang terdampak pembangunan yakni warga Desa Lelong Kecamatan Praya Tengah mayoritas masih menolak pembangunan lantaran belum adanya kepastian relokasi tempat tinggal mereka.

Mengenai itu, Plt Kades Lelong, Bq. Ratnasih Nirmalasari menerangkan jika hal tersebut terjadi lantaran adanya miskomunikasi antara pemerintah dengan masyarakat terdampak yang ada di desanya. Dimana warga tersebut ungkapnya tersebar di Dusun Lelong I, Dusun Lelong II. Dusun Lelong III, dusun Lendang Re, Dusun Mbung Beleq, dan Dusun Tompek.

“Itu hanya miskomunikasi saja, beda pemahaman, pemerintah akan bisa menjawab relokasi setelah BKM turun, namun masyarakat menilai ketika sudah ada LARAP maka pasti akan dikerjakan dan relokasi belum pasti,” katanya.

Yang mana, saat ini pemerintah tidak lagi melakukan LARAP pembangunan Dam Mujur, namun melakukan pendataan melalui BKM yang melibatkan berbagai unsur sehingga penyelesaian masalah diharapkan bisa segera terjadi.

Sementara itu, jumlah lahan sebutnya yang akan digunakan untuk pembangunan Dam Mujur di lokasi tersebut yakni sekitar 211 hektare, yang saat ini masih dihuni oleh sebanyak 127 kepala keluarga (KK).

Lebih lanjut, persoalan yang terjadi cukup lama ini sebutnya membutuhkan koordinasi dan tindakan dari pemerintah untuk lebih intens turun dan membangun komunikasi dengan masyarakat. Sebab dengan demikian warga akan bisa memahami maksud dan upaya untuk merelokasi masyarakat tersebut.

“Agak intens turun ke masyarakat, agar tidak ada informasi yang keliru,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga asal Desa Didang, Mulawarman berharap agar pembangunan Dam Mujur dapat segera terealiasai. Sebab, menurutnya lahan pertanian warga banyak yang kekurangan air utamanya ang ada di hilir lantaran kesulitan akses, hingga masalah luas lahan di hilir yang tidak kunjung selsai melakuka pengairaan.

“Kita sangat berharap bisa realiasasi, kita sangat kesulitan air utamanya pada musim kering,” singkatnya. (ndi)

100% LikesVS
0% Dislikes
Post Views : 389

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *