Pelaku Wisata Kecewa, Menteri Sandiaga Tak Kunjungi Tetebatu

  • Bagikan
F TETEBATU 1
IST / RADAR MANDALIKA DISAYANGKAN: Desa wisata Tetebatu tampak indah dan asri. Desa ini dijagokan dalam event BTV UNWTO.

LOTIM – Rencana kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Salahudin Sandiaga Uno (SSU) ke Pulau Lombok hari ini (3/11), dikritik sejumlah pihak. Pasalnya dalam kunker Menparekraf itu, Desa Tetebatu Kecamatan Sikur Lombok Timur (Lotim), tidak masuk dalam agenda kunker itu.

Hal ini, membuat sejumlah pihak komplain atas isi jadwal kunker Sandiaga. Padahal Desa Tetebatu menjadi wakil event bergengsi Best Tourism Village United Nation World Tourism Organisation (BTV UNWTO).

Salah satu pelaku wisata Desa Tetebatu, Kusuma Maad Adnan, melalui rilisnya menyatakan kekecewaannya atas rundown kunker SSU tersebut. Menurutnya, untuk apa Menparekraf menginstruksikan Desa Tetebatu dipersiapkan mengikuti ajang BTV UNWTO, bila akhirnya Menteri sendiri terkesan enggan datang ke Tetebatu.

Bahkan Maad yang akrab disapa Uncle Kus ini, mengaku tidak memahami jalan pikiran pejabat negara ini. Baginya bersama masyarakat Tetebatu, ketika Menparekraf mengunjungi destinasi wisata Tetebatu, setidaknya akan memberikan legitimasi pemerintah pusat, tentang Tetebatu yang dikirim sebagai peserta di ajang BTV UNWTO tersebut.

“Ini mau datang ke Lombok, termasuk Lombok Timur, tetapi kok tidak ke Tetebatu. Ada apa ini,” kata Kus.

Hal senada diungkapkan Ketua Badan Pengelola Desa Wisata (BP Dewi) Tetebatu, Mariani Rusli. Ia juga ikut menyayangkan Tetebatu tidak masuk dalam jadwal kunker mantan Calon Wakil Presiden (Wapres) itu. Bahkan ironinya, lewat akun Media Sosial (Medsos) milik Menparekraf sendiri, tak pernah terlihat memposting Tetebatu ikut BTV UNWTO.

 “Bagaimana Tetebatu menang di ajang tingkat dunia seperti BTV UNWTO, jika pemerintah sendiri tidak memberikan legitimasi tersebut,” katanya kecewa.

“Kami ingin bentuk pengakuan dari Salahudin Sandiaga Uno sebagai Menparekraf terhadap Tetebatu. Kalau memang dia akan datang ke Lombok, apa ruginya datang ke Tetebatu,” tambahnya juga bertanya-tanya.

Para pelaku wisata di Tetebatu ungkapnya, tak dapat menyembunyikan kekecewaan atas jadwal rencana kunjungan Menteri SSU tersebut ke Lombok. ‘’Jika setelah hasil penilaian Tetebatu dari UNWTO keluar sebagai juara, baru para pejabat datang, tentu menjadi hal biasa saja. Sebab jangankan pejabat dari Jakarta, wisatawan mancanegara dari berbagai belahan dunia saja pasti akan datang, bila Tetebatu menang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim, Muhammad Nursandi ikut mempertanyakan Tetebatu tidak masuk jadwal kunker SSU. Bahkan, pihaknya telah mencermati rundown tersebut, serta langsung mengkonfirmasinya pada Sekretaris Menparekraf. Harapan sama tentunya, Sandiaga menyempatkan diri datang ke Tetebatu.

“Setidaknya datang ke Tetebatu, biar pak Menteri tahu betapa pesat perkembangan kepariwisataan di desa wisata Tetebatu, yang dia ajukan sendiri untuk mengikuti lomba tingkat dunia, yakni BTV UNWTO tersebut,” ujarnya.

Disebutkan, bagi para pelaku dan pemerhati pariwisata, rundown kunker Menparekraf ke Lombok dinilai sebagai hal yang aneh. Apalagi mendengar kunjungannya itu diduga kental adanya nuansa politis. Contoh mengapa bernuansa politik, untuk menyegarkan Relawan Kawan Sandi (RKS) yang telah terbentuk di Lombok. Bukan tidak mungkin, jadwal kunjungan itu, pun berkorelasi dengan RKS itu. Padahal menurut hematnya, kalau RKS mau betul-betul berkembang dan bergerak, maka RKS tinggal menggerakkan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ADWI). Artinya, apa yang diinginkan akan dapat terwujud. Tentu saja, ADWI bisa lebih efektif secara politik, ketimbang RKS yang hanya berdiri sendiri. Apalagi, ADWI setiap hari berkoordinasi dengan seluruh desa wisata.

“Kesimpulannya, kami sangat kecewa dengan Sandiaga yang tidak mengunjungi Tetebatu sebagai desa wisata. Lucu sekali kalau Menparekraf sendiri tidak tahu lokasi Desa Tetebatu, sedangkan desa ini telah sampai ke UNWTO, dan Menparekraf sendiri yang menetapkan dan mengusulkannya mengikuti ajang lomba tersebut,” pungkasnya. (fa’i/r3)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *