PDAM Gandeng Pemdes Lantan

F Humas PDAM

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID LM Lutfy

PRAYA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah akan menggandeng Pemerintah Desa (Pemdes) Lantan, Kecamatan Batukliang Utara untuk melakukan kegiatan penghijauan. Penghijauana dilakukan sebagai bentuk meningkatkan volume debit air yang setiap tahun terus menyusut.

Humas PDAM Lombok Tengah, LM Lutfy menyampaikan, pihaknya sedang mempersiapkan  kegiatan penananman pohon yang digagas bersama pemdes dengan sinergifitas dan komitmen dalam upaya meminimalisir persoalan air bersih.

“Insya allah akhir pekan ini, kita alam melakukan penanaman pohon dengan beberapa pihak , Indonesian Ofroad Federation (IOF), Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT), Pemdes Lantan dan duta lingkungan,” ungkapnya, pekan kemarin.

Lutfi menekankan, dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap alam, dimana kondisi hutan yang kritis. “Hanya Desa Lantan komitmen terkait program ini,” katanya.

Sementara, Kades Lantan, Erwandi mengatakan dasar pihaknya setuju berkegiatan penyelamatan hutan, dimana beberapa warga telah mulai membuka hutan, namun dengan pendekatan emosiaonal dan sosialisasi yang terus dilakukan Pemdes, mbeberapa titik yang kritis dengan kondisi alam baik pohon tumbang, dan aktifitas masyarakat beberapa tahun lalu sehingga kondisi hutan butuh perhatian reboisasi.

“Tahun 2000 ke bawah sangat rentan pembalakan liar, yang berasal dari luar desa, mengingat pada saat itu sekitar 80 persen masyarakat sebagaian besar menjadi penghasilan,” beber dia.

Dia menerangkan, adapun beberapa lahan kritis yang ada di beberapa titik yakni, di wilayah Otak Pemasir, Embulan Gebang, Rapin HGU, Kokoh Lenek, wilayah wisata Babak Pelangi merupakan kawasan yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami tidak segan-segan akan memberikan sanksi berupa ganti rugi senilai pohon yang ditebang dan harus diganti penanaman kembali,” jelas dia.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Beras Bantuan Presiden untuk KPM Diduga Dipangkas

Read Next

Kebut Sikapi Penolakan UU Omnibus Law

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *