LOBAR — Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) resmi dilantik, Senin (2/11). Berlangsung khidmat di Restoran Ujung Landasan, Gerung, acara tersebut dihadiri jajaran Pengurus Besar (PB) PMII, Majelis Pembina Cabang (Mapincab), hingga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lobar.
Pengurus PB PMII itu menegaskan pentingnya menjaga integritas intelektual. Selain itu, para pimpinan organisasi turut menyoroti penguatan kemandirian serta perlindungan generasi muda dari disrupsi informasi digital yang kian masif.
Ketua Bidang Gizi dan Ketahanan Pangan PB PMII Pusat, Faqih Al Haramain, dalam arahannya mengingatkan seluruh kader bahwa pelantikan bukan sekadar momentum seremonial belaka, melainkan wujud nyata dari tanggung jawab sosial, moral, dan intelektual yang dipikul oleh pengurus baru.
Selain itu, kader PMII ditekankan untuk tidak terjebak menjadi organisasi paguyuban yang pasif. Sebaliknya, PMII harus berdiri di garis depan sebagai wadah pemuda Nahdliyin yang teguh berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Hari ini, di tengah derasnya arus media sosial, kebenaran itu sudah tidak ditentukan lagi oleh ilmu pengetahuan atau basis jurnal penelitian, melainkan sudah ditentukan oleh algoritma. Maka, tugas kader PMII adalah bagaimana kebenaran itu disampaikan ke ruang publik tidak hanya berdasarkan algoritma, tetapi berlandaskan basis pengetahuan dan tradisi intelektual pergerakan,” ujar Faqih.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Mapincab PMII Lobar, Muhalli, menegaskan keberadaan kader PMII dari NU untuk mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengimbau para kader agar senantiasa menjunjung tinggi nilai dasar pergerakan dan tidak mudah terprovokasi isu liar yang belum jelas kebenarannya di tengah dinamika daerah.
Muhalli mengingatkan agar setiap aksi gerakan yang dilakukan kader tetap berada pada koridor akademis dan tidak ditunggangi oleh pihak luar.
“Kader PMII bukanlah segerombolan orang atau geng motor, melainkan mahasiswa yang intelektualitasnya terjaga dan independensinya terawat. Silakan bersuara lantang, berorasi, atau melakukan aksi, tetapi ingat, gerakan kita tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan segelintir orang agar nilai independensi tetap terjaga,” tegas Muhalli.
Sementara itu, Ketua PCNU Lobar, Prof. Dr. Nazar Naami, menyambut baik keberlanjutan estafet kepemimpinan di tubuh PMII. Ia menekankan pentingnya merawat sinergitas yang erat antara struktur induk NU dengan badan otonomnya demi keberlangsungan dakwah dan pengabdian masyarakat.
Menurutnya, proses gemblengan dan pengalaman berorganisasi di PMII mampu membentuk mentalitas yang tangguh serta memberikan keberkahan tersendiri dalam menghadapi karier maupun kehidupan akademik.
“PMII itu sakti dan memberikan banyak nikmat luar biasa bagi perjalanan karier saya. Tantangan ber-PMII hari ini luar biasa, bukan hanya melatih daya kritis bernarasi, tetapi kita juga memikul tanggung jawab moral untuk mempertahankan dan menyiarkan Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah di era digital,” ungkap Prof. Nazar.
Menanggapi berbagai masukan dan arahan pimpinan, Ketua PC PMII Lobar terpilih, Ahmad Ihsan, menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi bergerak lebih progresif. Di bawah kepemimpinannya, ia mengusung visi utama “PMII Lombok Barat Berdampak dan Maju”.
Ihsan bertekad mengubah paradigma lama agar PMII tidak hanya dipandang sebagai lembaga protes jalanan tanpa basis data. Ia mendorong PMII Lombok Barat menjadi mitra strategis yang aktif mengawal aspirasi masyarakat berbasis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (Win)

