Pawai Ogoh-ogoh di Lingkungan Masing-masing

WhatsApp Image 2020 03 20 at 03.28.56

KADEK FOR RADARMANDALIKA.ID OGOH-OGOH: Kadek Risma Yunita saat berfoto di depan ogoh-ogoh, beberapa tahun lalu.

MATARAM-Sesuai edaran pemerintah. Salah satu pointnya, dilarang ada aktivitas yang melibatkan banyak orang. Hal ini sebagai antisipasi penyebaran covid-19 atau virus korona.

 Untuk itu pawai ogoh-ogoh akan diberkangsungkan pada banjar atau lingkungan masing-masing.

Ketua Persatuan Hindu Darma Indonesia (PHDI) NTB, Ida Made Santhi Adnya, SH mengatakan, bahwa fenomena covid-19 adalah fenomena yang perlu dimaklumi bersama. Sehingga sepakat pelaksanaan pagelaran rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi khususnya Pawai Ogoh-ogoh  dilaksanakan di banjar dan lingkungan masing-masing..

“Pawai ogoh-ogoh tetap dilaksanakan dan dibatasi dan memperhatikan protokol covid-19 dan tidak lagi dijalan protokol,” jelasnya.

Ia juga meminta setiap banjar untuk bertanggungjawab terhadap banjarnya masing-masing. Sebab pelaksanaan ogoh-ogoh akan berlangsung di banjar masing-masing.

“Kita berharap keputusan ini dapat memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, untuk antisipasi segala kemungkinan bisa saja terjadi. Pemerintah pusat hingga pemerintah kota telah membuat edaran yang berisi meniadakan pertemuan yang melibatkan banyak orang.

“Imbaun ini sangat penting,” tegasnya.

Perihal pawai ogoh-ogoh, kata Ahyar merupakan perayaan yang ditunggu masyarakat dan akan tetap dilaksanakan. Namun akan dilaksanakan di banjar masing-masing. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya di jalan protokol.  pemerintah juga akan menyiapkan apa yang dibutuhkan.

“Kami dari pemerintah menyiapkan apa apa yang dibutuhkan, seperti masker, penyemprotan dan alat pengecek suhu tubuh,” katanya.

Wali kota dua periode ini berharap, perayaan pawai ogoh-ogoh supaya tetap berlangsung secara hikmad dan dapat diambil makna yang terkandung di dalamnya.

 “Rangkainnya tetap dijalankan secara cepat dan singkat,” tutupnya. (ton)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

PAN jadi Tiket Tambahan Dwi-Normal?

Read Next

Pelatihan ke Bali, 25 Orang Dishub Kota Mataram Bakal Diperiksa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *