Pajak Hotel, Restoran dan Hiburan Gratis Hingga Juni

f sepi scaled

AHMAD ROHADI/RADAR MANDALIKA SEPI AKIBAT CORONA: Aktifitas usaha hotel dan restoran di kawasan tiga Gili saat ini dalam kondisi sepi dampak virus Corona.


KLU—Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah menyampaikan edaran untuk kebijakan pembebasan pajak bagi hotel dan restoran serta hiburan lainnya. Kebijakan pembebasan pajak hotel, restoran serta hiburan lainnya ini mulai berlaku sejak April lalu hingga Juni 2020.

Diketahui, hotel dan restoran serta hiburan lainnya yang ada di Lombok Utara terkena imbas dari bencana non alam virus Corona yang menjadi pandemi saat ini. Sehingga mengharuskan usaha pariwisata lumpuh total atau tidak aktif beroperasi dalam beberapa bulan terakhir. “Surat edarannya sudah diterbitkan, berlaku tiga bulan dari April hingga Juni,” ungkap Kabid Pendapatan Bapenda Lombok Utara, Arifin yang ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Arifin membeberkan, Kabupaten Lombok Utara sebagai daerah kawasan pariwisata menjadi tempat bagi pelaku usaha berinvestasi dengan membangun sejumlah usaha seperti hotel dan restoran serta hiburan lainnya. Sampai saat ini ada ribuan hotel dan restoran yang berdiri di Lombok Utara. “Sebagian besar usaha hotel dan restoran serta hiburan berada di tiga Gili, beberapa ada di daratan,” ungkapnya.

Virus Corona yang berkembang hingga sampai dengan saat ini, beber Arifin berdampak besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan diakuinya melebihi dari kondisi pascagempa lalu. Untuk pajak hotel pPertriwulan saja diasumsikan bisa mencapai puluhan miliar dalam situasi normal. “Kalau sekarang, sampai bulan Mei tanggal 14 lalu baru masuk Rp 211 juta, untuk pajak hotel, restoran dan hiburan lainnya,” ujarnya.

Sampai saat ini kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara nihil, sehingga sejumlah usaha pariwisata memilih tidak beroperasi. Berimbas pada dirumahkannya karyawan yang ada. Sehingga Bapenda saat ini hanya mengharapkan pendapatan dari Pajak Bumi Bangunan (PBB), BPHTP, PPJ, serta retribusi lainnya.

Dengan rincian PAD yang ditangani Bapenda yang masuk ke kas daerah sejak pertengahan Mei lalu dari reklame mencapai Rp 422 ribu, pajak minerba Rp 8,2 juta, PBB Rp 49 juta lebih, BPHTB 125,8 juta lebih, retribusi pasar dan toko Rp 6,1 juta, lain-lain PAD yang sah Rp 3,6 juta, pajak catering Rp 17 juta.

“Sementara target PAD Lombok Utara pasca Covid-19 Rp 107 miliar secara keseluruhan , dari Bapenda ditarget Rp 45 miliar,” bebernya. (dhe)

1 Review

?s=96&d=mm&r=g
sukiyaki
1

dirumah main game dapat penghasilan

mau dapat tambahan penghasilan, wlaaupun hanya di rumah saja?? segera aja bergabung di bola165 bermain game asik seru masih juga dapat penghasilan.

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gelombang Tinggi, Nelayan Kuranji Libur Melaut

Read Next

Dokter dan Perawat RSUD Praya Positif Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *