Muhsinin Komitmen Berangkatkan Jamaah yang Tertunda Umrah 2020

  • Bagikan
F umrah
AHMAD ROHADI/RADAR MANDALIKA SILATURRAHMI: Direktur Utama PT. Muhsinin Tour dan Travel, H. Muharis dan TGH. Fahrurrozi saat pertemuan dengan calon jamaah umrah, di Asrama Haji Mataram, Sabtu kemarin.


MATARAM – PT. Muhsinin Tour dan Travel berkomitmen akan tetap memberangkatkan calon jamaah umrah yang tertunda diberangkatkan gara-gara merebaknya virus korona di sejumlah negera.

 
Harusnya, calon jamaah umrah melalui Muhsinin diterbangkan ke tanah Suci Makkah tahun 2020. Sementara, untuk memberikan kejelasan kepada calon jamaah umrah, dilangsungkan pertemuan oleh pihak Muhsinin dalam rangka silaturrahmi di Asrama Haji Mataram, Sabtu kemarin.

Hadir dalam pertemuan itu, Direktur Utama PT. Muhsinin Tour dan Travel, H. Muharis, pembimbing ibadah umrah TGH. Fahrurrozi. “Kita semua tentu tidak berharap adanya penundaan ini, saya dan kita semua ingin jamaah berangkat namun karena akibat pandemi, Arab Saudi sempat menutup akses masuk ke negaranya dan kini dibuka namun dengan protokol yang ketat,” terang H. Muharis di depan calon jamaah umrah.

Sebagai bentuk tanggungjawab Muhsinin, dia menegaskan bahwa tiket pesawat maskapai Garuda sudah dibayarkan, begitu juga dengan akomodasi penginapan di kota Makkah sudah dibokking, sehingga tinggal menunggu waktu pemberangkatan saja.

“Insyaallah segera akan ada informasinya, kapan bisa berangkat,” terangnya.

Untuk diketahui pemberangkatan jamaah umrah saat ini pemerintah Arab Saudi telah memberikan ruang kepada Negara Indonesia. Namun pemerintah Arab Saudi, kata Muharis dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat untuk bisa masuk ke dalam negaranya.

“Salah satunya proses karantina yang cukup memakan waktu lama dan menguras isi kantong. Pada surat edaran yang kami terima saat ini, sebelum diterbangkan ke Arab Saudi jamaah harus karantina di Pondok Gede, baru tes PCR, jika hasil negatif diterbangkan. Kalau sampai Arab Saudi nanti ada juga karantina lagi empat hari lima malam, dan tes PCR,  itu tidak ada biaya dari pemerintah sehingga biaya ditanggung pribadi oleh jamaah,” jelasnya.

“Syarat pasti juga jamaah harus sudah vaksin dua kali, boleh sinovac,” sambungnya.

Dengan kondisi yang ada tentunya kata Muharis, menjadi salah satu pemicu sampai saat ini pihak travel belum siap memberangkatkan jamaah. Namun pihaknya tetap berkomitmen untuk memberangkatkan para jamaah yang tertunda jika kondisi sudah normal.

“Jika ada jamaah yang meninggal atau ingin membatalkan untuk berangkat umrah, kami tidak bisa mengganti biayanya. Kami persilakan untuk mengganti dengan keluarga yang lain,” pungkasnya.(dhe)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *