Merasa Ditipu, KPU Loteng Terancam Dilaporkan

f demo AAA

JAYADI/RADAR MANDALIKA GROUP DEMO: Ratusan pendukung dari bakal calon perseorangan, HL Saswadi – H Dahrun melakukan aksi demo di kantor KPU Loteng, kemarin.

PRAYA— Ratusan pendukung pasangan bakal calon (Balon) perseorangan, H Lalu Saswadi–H Dahrun melakukan aksi demo ke kantor KPU Loteng, sore kemarin. Aksi dilakukan memprotes KPU yang telah menggugurkan pasangan balon.

Korlap Aksi, Mohamad Zaini menegaskan, pendukung Saswadi–Dahrun melakukan aksi demo ini untuk menuntut keadilan. Sebab, syarat dukungan yang diserahkan tidak sama dengan syarat dukungan yang tertulis di berita acara KPU.   Bahkan, jumlah dalam berita acara sangat kurang banyak dari jumlah dukungan yang diserahkan sebelumnya. Padahal, syarat dukungan yang diserahkan sudah melebihi dari syarat dukungan yang ditetapkan dalam aturan. Kemudian, massa juga mempertanyakan berita acara hasil pengecekan pemenuhan jumlah dukungan yang dikeluarkan KPU, sebab tertulis jumlah dukungan yang diserahkan berbeda dengan jumlah dukungan yang diserahkan.  Dimana, jumlah dukungan yang diserahkan sebanyak 59.231 fotocopy KTP tersebar di 12 kecamatan. Tapi tertulis oleh KPU dalam berita acara sebanyak, 54,707.  Selain itu, jumlah dokumen yang lengkap sejumlah 54,552 dan jumlah dokumen yang tidak lengkap  sebanyak 155. Sehingga, massa menduga bahwa pihak KPU, telah sengaja mengeluarkan berita acara palsu agar pasangan balonnya tidak lolos.  Karena memang dalam berita acara ini balonnya tidak memenuhi syarat dukungan yang telah ditetapkan oleh aturan tersebut. 

 “Kemana syarat dukungan yang kami serahkan. Siapa yang mencurinya. Kemudian apa maksud isi dalam berita acara ini,” jelasnya, kemarin.

Ia menegaskan, jumlah yang diserahkan balonnya pada KPU sebelumnya sebanyak 59.231. Jumlah ini sangat melebihi dari syarat dukungan sesuai aturan.   Kemudian,  dilakukan pengecekan oleh KPU. Hasilnya dinyatakan ada kekurangan, namun pihaknya mencoba melengkapi kekurangan itu.  Hanya saja, aplikasi Silon KPU sudah tertutup sebelum waktunya. Tiba-tiba pihaknya dipanggil diberikan berita acara yang terisi bahwa bakal calonnya tidak memenuhi syarat dukungan sesuai dengan aturan.

“Kami tentu sangat pertanyakan berita acara yang di dalamnya tertulis syarat dukungan sangat kurang jauh dari syarat dukungan kami yang diserahkan.  Belum lagi dengan aplikasi Silon yang ditutup sebelum waktunya,” tuturnya.

Ia menyatakan, dengan munculnya syarat dukungan yang kurang di berita acara ini sangat merugikan.  Sebab tentu saja, dengan syarat dukungan itu balonnya tidak lolos.  Apalagi, jumlah syarat dukungan tertulis pada berita acara KPU ini kurang dari syarat minimal yang ditetapkan.

“Belum lagi KPU tidak pernah melibat tim kami dalam melakukan pleno. Sebab tiba –tiba berita acara ini keluar,” ungkapnya.

Dengan persoalan ini, pihaknya meminta pada KPU bertanggung jawab atas berita acara yang mereka terbitkan. Ia meminta Bawaslu untuk segera merekomendasikan pembatalan berita acara yang diduga palsu atau cacat hukum yang diterbitkan KPU dan meminta pada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan. Bila perlu untuk segara dilakukan penahanan terhadap semua komisioner KPU yang jelas –jelas telah melakukan tidak pidana pemalsuan dan penyalahgunaan wewenang atas terbitnya berita acara ini. 

“Kami sangat kecewa dengan KPU,” tegasnya.

Sementara itu, warga lainnya, Lalu Suprihatin menyatakan, pihaknya sangat wajar untuk mempertanyakan pada pihak KPU. Sebab, jumlah syarat dukungan yang pihaknya serahkan sangat berbeda dengan berita acara yang diterbitkan oleh KPU.

“Berita acara ini palsu. Lihat saja sudah sangat jelas sekali. Kami akan melaporkan hal ini pada pihak yang berwajib,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya sudah paham betul dengan regulasi dalam penyelenggaraan demokrasi ini. Tapi kenapa, pihaknya sebagai pendukung sangat kecewa, teriris, karena KPU tidak berjalan dengan aturan yang seharusnya.

“Ada apa dengan KPU? Apa duit masalahnya? atau ada oknum yang mem-backing KPU untuk melakukan hal ini,” tuturnya.

Ia mengaku, untuk mengumpulkan syarat  dukungan yang diserahkan pada KPU itu, tidak dengan waktu sehari atau dua hari. Namun syarat dukungan ini dikumpulkan dengan waktu satu tahun setengah. Kemudian, dasar KPU sehingga melakukan pengurangan pada dukungan itu sesuai dengan berita acara ini apa.  Kenapa, jumlah dukungan yang diserahkan jauh berbeda dengan syarat dukungan yang tertulis dalam berita acara yang diterbitkan KPU.

“Kami melihat ada permainan dalam hal ini. Ada kesengajaan untuk menjegal bakal calon kami untuk maju dalam Pilkada,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Ketua KPU Loteng, L Darmawan saat menerima perwakilan massa aksi demonstrasi menegaskan, prinsipnya apa yang sudah menjadi keputusan KPU ini sudah siap untuk dipertanggung jawabkan secara prosedur hukum  dan secara aturan.

“Kami siap bertanggung jawab atas berita acara yang kami terbitkan ini,” tegasnya.

Karena, tidak puas dengan jawab dari pihak KPU, perwakilan massa sempat mengamuk.  Namun kepolisian yang berjaga berhasil meredam, kemudian perwakilan massa ke luar dari area KPU dan melanjutkan aksi ke kantor Bawaslu Loteng. (jay)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Harga Gula Pasir Makin Pahit

Read Next

STD Bali-Radar Mandalika Jalin Kerjasama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *