Menyaksikan Ritual Adat Wet Sesait di Lombok Utara

F Bok 1

IST/RADAR MANDALIKA TETAP DIPERTAHANKAN: Pemangku adat sesait Amaq Djrkat bersama sejumlah tokoh saat sebelum melaksanakan ritual adat “menyaok”.

Gelar Ritual “Menyaok” untuk Bersihkan Kekeliruan


Zaman bukan menjadi penghalang untuk melestarikan kepercayaan dan tradisi para leluhur. Warga Desa Desait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara selain budaya maulid adat juga terdapat ritual wet sesait yang dinamakan “menyaok” biasa dilakukan warga dan tokoh adat dengan tujuan untuk membersihkan diri dari sejumlah kekeliruan sikap dan tindakan.


AHMAD ROHADI-LOMBOK UTARA


DESA Sesiat, Kecamatan Kayangan menjadi salah satu wilayah yang masuk pedalaman di daerah Lombok Utara. Wilayah yang masih alami lingkungannya ini, juga didiami oleh masyarakat yang masih kental menanamkan atau menghargai adat budaya yang sudah berjalan sejak lama, beberapa tradisi yang tiap tahun dilaksanakan salah satunya maulid adat, tidak saja itu, juga dilaksanakan ritual adat wet sesait “menyaok ” yang ditujukan untuk pembersihan jiwa dan raga atas segala tindakan salah yang pernah dilakukan.

Pada pekan lalu, Kepala Desa Sesait Susianto,M.Pd, Kepala Desa Kayangan Edy Karton,SE, Penghulu Desa Sesait Aswadin, Kepala Desa Santong Mulia Eko Sekiadim dan Kepala Desa Pendua M.Abu Agus Salim serta pemangku adat setempat salah satunya Amaq Djekat menghadiri ritual adat wet sesakit di Kampu Sesait (Istana Raja Sesait), Senin 19 Oktober 2020/02 Rabi’ul Awal 1442 H.

“Hadirnya para pemangku dan tokoh masyarakat ini dalam rangka membersihkan segala macam kekeliruan yang mungkin pernah dilakukan baik disengaja ataupun tidak di sengaja dalam segala aktifitas kehidupan, dan dalam melakukan tugasnya di tatanan adat wet Sesait,” kata tokoh adat Sesait Amaq Djekat.

Kegiatan ritual adat yang dinamakan “Menyaok” tersebut harus tuntas dilaksanakan dan dengan hati yang ikhlas, sehingga  sangkaan orang yang kira-kira mengarah ke hal hal yang negatif terhadap tugas yang memang menjadi pekerjaan para sesepuh adat yang diberikan tugas untuk  itu secara keyakinan akan hilang.

Dengan kata lain, dengan dilaksanakannya ritual adat tersebut, maka oleh warga adat wet Sesait,  sangkaan atau anggapan atau kekeliruan yang mungkin ada dilakukan oleh para mangku atau masyarakat secara keseluruhan dalam melaksanakan sebuah ritual adat di Bale Adat (Kampu) Sesait, dengan sendirinya akan hilang dari sangkaan orang.

“Hadirnya 4 Kades tersebut, karena memang secara adat mereka tergabung dalam satu wet adat, namun secara administrasi pemerintahan terpisah,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan itu nampak juga Kades Sesait, Susianto  yang juga salah satu Kades yang pernah dinonaktifkan selama tiga bulan dalam masa tugasnya oleh pemerintah daerah lantaran adanya persoalan pemberhentian perangkat desa yang dilakukan, sehingga ketika kasus Sesait mencuat, tentu muncul opini publik yang beragam.

Melalui kegiatan ritual adat kali ini, semuanya akan dihapus anggapan-anggapan miring. Maka akan kembali ke suasana awal dulunya ketika tidak ada masalah. Dengan kata lain, kembali bersih.

Sementara itu, Kades Santong Mulia Eko Sekiadim menyampaikan pelaksanaan ritual adat ini menjadi tradisi turun temurun dan diyakini oleh masyarakat sebagai salah satu upaya untuk menghilangkan prasangka buruk yang selama ini dirasakan. Atau tujuan lain untuk kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Pentingnya kegiatan ini dilakukan juga memberikan nilai manfaat dalam memperkuat silaturahmi antar masyarakat dan tokoh lainnya.

Secara tidak langsung, ketika ritual adat ini sudah dilaksanakan,  maka melalui para mangku dan para kepala desa akan mengumumkannya di wilayah masing-masing bahwa Tau Lokaq Empat telah melaksanakan  tugasnya dalam rangka memperbaiki simpul-simpul adat agar kembali normal seperti sediakala. Tentu simpul-simpul yang dimaksud sudah diketahui sehingga perlu diperbaiki dan dibersihkan.

“Alhamdulillah, tradisi ini sudah berjalan sejak lama dan masyarakat masih kuat untuk melestarikannya, pada kesempatan ini acara nya berjalan lancar sesuai dengan harapan,” kata dia.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Rudy Dilantik Jadi Kabag Bantuan Hukum

Read Next

TP. PKK NTB Sambut Baik “Save The Children” Bantu Penanganan Covid-19 di NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *