Lombok Utara – Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, secara resmi membuka Kongres XIII Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (30/7). Kongres yang mengusung tema “Bakti HIKMAHBUDHI untuk Ibu Pertiwi” menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan kaderisasi organisasi mahasiswa Buddhis di Indonesia.

‎Pembukaan kongres turut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Anggota DPR RI Daniel Johan, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Staf Khusus Menteri Hukum RI, Wakapolda NTB, Wakil Bupati Lombok Utara, Ketua DPRD Lombok Utara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB I Gusti Putu Milawati, Direktur Sosial Budaya Baintelkam Polri, Anggota DPRD NTB Sudirsah Sujanto, Wakapolres Lombok Utara, Pasi Intel Korem 162/Wira Bhakti, serta pimpinan organisasi keagamaan Buddha yang tergabung dalam PERMABUDHI.

‎Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI, Candra Aditiya Nugraha, mengatakan Kongres XIII diikuti oleh anggota HIKMAHBUDHI dari seluruh Indonesia serta masyarakat Buddha di Lombok Utara. Menurutnya, kongres bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum tertinggi organisasi yang akan menentukan arah kepemimpinan dan keberlanjutan kaderisasi HIKMAHBUDHI.

‎Ia menjelaskan, tema “Bakti HIKMAHBUDHI untuk Ibu Pertiwi” mencerminkan semangat pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara. Sebagai organisasi mahasiswa Buddhis Indonesia, HIKMAHBUDHI diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari politik, sosial, pendidikan, hingga pengabdian kepada masyarakat.

‎Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengucapkan selamat atas terselenggaranya Kongres XIII HIKMAHBUDHI. Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan peta jalan organisasi yang jelas mengenai bentuk pengabdian HIKMAHBUDHI bagi Republik Indonesia.

‎”Saya berharap kongres ini dapat membuat roadmap, apa bentuk pengabdian Hikmahbudhi untuk republik ini. Dan bagaimana membangun Indonesia bersama,” ujarnya.

‎Saat membuka kongres, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota HIKMAHBUDHI yang telah menjaga eksistensi organisasi sebagai wadah pembinaan generasi muda Buddhis. Menurutnya, tujuan seluruh anak bangsa adalah memberikan kontribusi terbaik demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

‎Menteri Hukum mengajak mahasiswa untuk tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas gerakan mahasiswa guna membantu masyarakat yang masih menghadapi kesenjangan ekonomi.

‎Selain itu, Supratman mendorong mahasiswa untuk terus mengejar ilmu pengetahuan sekaligus membangun jiwa kewirausahaan. Menurutnya, kemampuan berwirausaha menjadi bekal penting menghadapi tantangan masa depan, termasuk mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional.

‎”Kejarlah ilmu setinggi-tingginya, tetapi entrepreneurship harus menjadi bagian dari kehidupan kita. Negara-negara maju pun mulai kembali memperkuat sektor pertanian. Karena itu, mari kita dukung pembangunan pertanian sebagai upaya menjaga ketahanan pangan bangsa,” pesannya.

‎Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB, I Gusti Putu Milawati, menyatakan penyelenggaraan Kongres XIII HIKMAHBUDHI menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah dengan generasi muda dalam membangun budaya hukum yang berlandaskan toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan.(red)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *