Mensos Selasa Besok ke Lokasi Banjir di Bima

img1617575789547

IST/RADAR MANDALIKA MUSIBAH: Foto banjir dan pascabanjir di Kabupaten Bima, Jumat pekan lalu.

MATARAM – Banjir badang yang terjadi Jumat pekan lalu menenggelamkan nyaris setengah wilayah Kabupaten Bima. Banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur seluruh Kabupaten Bima selama 9 jam lamanya, Jumat lalu. Akibat banjir tersebut ada ratusan ribu jiwa terdampak yang tersebar di tujuh kecamatan. Ada juga dua korban jiwa yang meninggal terseret arus air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBPD) NTB, Zainal Abidin membeberkan kronologis kejadiannya.
Diceritakannya, hujan turun denga intensitas sedang dan tinggi selama 9 jam lamanya hingga sekitar pukul 15:00 WITA.
Dampak Banjir itu juga menggenangi lahan persawahan, permukiman, dan fasum fasos, sampai dengan pukul 22:45 WITA banjir bandang masih menerjangan pemukiman warga dan fasilitas umum di tujuh kecamatan, dan juga tanah longsor. Selanjutnya cuaca ekstrim juga menyebabkan abrasi akibat gelombang tinggi.

Zainal merincincikan, daerah terdampak pertama di Kecamatan Madapangga terdapat enam desa yaitu, Desa Campa 253 KK 771 Jiwa, Desa woro 302 KK 906 Jiwa, Desa Tonda 451kk 1353 jiwa, Desa Dena 296 KK 981 jiwa, Desa ncandi 112 KK 318 Jiwa dan Desa Rade 258 KK 1032 Jiwa.
Kedua di Kecamatan Bolo ada 10 desa terdampak yaitu Desa Tambe 285 KK 895 Jiwa, Desa Rasabou 193 KK 587 jiwa, Desa Leu 176 KK 536 Jiwa, Desa Bontokape 97 KK 301 Jiwa, Desa Nggembe 221 KK 613 jiwa, Desa Kananga 475 KK 1327 Jiwa, Desa Rato 248 KK 753 Jiwa, Desa Timu 237 KK 691 Jiwa Desa Darussalam 550 KK 861 Jiwa dan Desa Sanolo 658 KK 1000 Jiwa.

Ketiga di Kecamatan Woha tepatnya di Desa Naru 1005 KK 3015 Jiwa, Desa Nisa 605 KK 2000 Jiwa, Desa Rabakodo 334 KK 1000 Jiwa, Desa Tenga 167 KK 500 Jiwa, Desa Tente 154 KK 500 Jiwa, Desa Waduwani 67 KK 200 Jiwa, Desa talabiu 504 KK 1500 Jiwa, Desa pena Pali 235 KK 705 Jiwa dan Desa Donggo Bolo 102 KK 305 Jiwa.

Selanjutnya, Kecamatan Monta Desa Baralau 135 KK 397 Jiwa, Desa Simpasai 152 KK 471 jiwa, Desa Sie 173 KK 518 Jiwa, Desa Sakuru 134 KK 410 Jiwa, Desa Pela 87 KK 253 Jiwa, Desa Tangga 207 KK 609 Jiwa dan Desa Monta 103 KK 315 Jiwa. Lalu di Kecamatan Palibelo yaitu di Desa Belo 134 KK 2073 Jiwa dan Desa Bre 305 KK 512 Jiwa.

Sementara di Kecamatan Parado terjadi Tanah longsor di Parado Wane pada ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Woha, Monta dan di parado dan Kec Palibelo ini disebabkan limpasan banjir pada area pertanian dan tumbangnya tiang listrik pada beberapa titik jalan negara yg mengakibatkan putusnya jaringan ke berapa kecamatan.
Selanjutnya di Kecamatan Wera, cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi yang mengakibatkan abrasi di desa Sangiang. “Korban Jiwa an Abdul Hamid (67), petani asal Desa Sie Kecamatan Monta RT 14, korban terbawa arus banjir dan ditemukan sekitar jam 8 pagi dan Abakar (50) petani asal Desa Leu Bolo RT. 07,” beber Zainal.

Dalam banjir tersebut berdampak juga pada fasilitas sosial dan umum diantaranya jembatan penghubung Desa Woro Kecamatan Madapangga separuhnya rusak dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda 2.
Jembatan penghubung Desa Bolo dan Desa Rade kecamatan Madapangga terputus, Jembatan penghubung Desa Campa Kecamatan Madapangga terputus dan Jembatan desa Leu Kecamatan Bolo terputus.
Berikutnya, SDN Bre Kecamatan Palibelo rusak ringan, SDN Belo Kecamatan Palibelo rusak ringan, SMA Rusak ringan, Kampus STKIP Taman Siswa Padolo rusak ringam, Kantor Desa Padolo juga rusak ringan, Musholla desa belo rusak ringan, Kantor unit PLN woha rusak ringan, SDN Nisa Woha rusak ringan, SMPN 1 woha rusak ringan dan SDN Inpres Simpasai rusak ringan.

Tidak hanya merendam pemukiman, sawqn ladang masyarakat pun ikut terdampak. Data BPBD NTB menyebutkan ada ratusan hektare terdampak yaitu 273 Ha sawah di Desa pandai kecamatan Woha, 45 Ha sawah di Desa Dadibou Woha, 43 Ha sawah di Desa Penapali Woha, 197 Ha sawah di Desa Talabiu Woha, 280 Ha sawah di desa Donggobolo Woha, 101 Ha sawah di desa Sanolo Kecamatan Bolo, 52 Ha sawah di Desa Sondosia Bolo dan 60 Ha Sawah (padi) di Desa Belo Kecamatan Palibelo. Terdapat juga 25 Ha Perikanan/Tambak ikan di Desa Belo, Palibelo.

“Untukntuk sementara korban mengungsi di rumah saudara/kerabat yang rumahnya tidak tergenang oleh banjir,” ujar Zainal.

Masyarakat untuk diimbau tetap waspada terhadap kejadian bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba, memasuki ujung musim penghujan disertai dengan periode fenomena La Nina yang masih terhajadi. Sayangnya sampai sekarang BPBD belum bisa menyebutkan prediksi taksiran kerugian dampak banjir yang besar itu.

” Taksiran kerugian materi masih dihitung oleh kabupaten dan provinsi. Semuanya dalam proses,” ulasnya.

Sementara itu, besok pagi (hari ini) Menteri Sosial, Tri Rismaharini dijadwalkan akan mengunjungi korban banjir. Kadis Sosial NTB, Ahsanul Khalik menyampaikan Mensos akan membawa sejumlah bantuan yang akan dibawa menggunakan pesawat langsung dari Halim langsung ke Bandara Sultan Bima.

Menindaklanjuti arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Dirjen Linjamsos Pepen Nazaruddin bersama Direktur PSKBA Safii Nasution mengawal langsung logistik yang dikirim ke Bima.
Logistik yang dikirim berupa kasur, selimut, family kids, makanan anak, makanan siap saji, telur 1 ton, genset 4 unit, 400 dua aqua 1000 ml, Pembalut wanita 300 pack, dan 3 unit perahu evakuasi yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan korban banjir di Bima.
“Ibu menteri akan bertolak ke Jakarta pada hari Selasa,” kata Aka sapaannya dikonfirmasi terpisah.

Aka menjelaskan selain dari Mensos ada ratusan juta juga didistribusikan dari Dinas Sosial NTB berupa bantuan barang.”Yang sudah kita turunkan, plus dapur umum lapangan dan kita sudah keluarkan cadangan beras pemerintah sebanyak 12 ton,” kata Aka.
Ditahap pertama bantuan yang sudah diturunkan diangka Rp 322.019.320 dengan rincian untuk pembelian barang makanan siap saji, makanan anak, selimut merah, kasur merah, Kiss ware, tenda guling dan tenda serba guna.”Ini bantuan tahap pertama dan ada tambahan 400 paket sembako plus cadangan Beras Pemerintah 12 ton yang baru dikeluarkan, masih akan terus dikeluarkan karena jumlah untuk kab Bima sebanyak 100 ton,” ulas mantan Kalak BPBD NTB itu.

Dinsos juga menurunkan tambahan bantuan lagi senilai Rp 127,932,490 terdiri dari tenda gulung merah, matras, selimut merah, makanan anak, makanan siap saji, kasur merah, kids ware dan tenda serbaguna.

“Dikirim semalam ke Bima dan sudah sampai tadi pagi,” ucapnya.

Sementara itu, PLN bergerak cepat memulihkan suplai listrik yang terdampak akibat banjir bandang di Kabupaten Bima. Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima, Maman Sulaeman menjelaskan bahwa 93% atau 7000 masyarakat telah kembali menikmati listrik.
“Hingga saat ini, 50 gardu dari 54 gardu distribusi yang mengalami gangguan telah berhasil dinormalkan. Tentunya berkat doa dan kerja keras dari tim yang dibantu oleh masyarakat,” ujar Maman melalui keterangan pers diterima koran ini tadi malam.
Sebanyak 3 (tiga) gardu distribusi yang mengalirkan listrik untuk 150 pelanggan PLN yang berada di Desa Campa belum bisa dilakukan perbaikan hingga malam ini karena akses jalan yang terputus. Untuk 1 (satu) gardu yang berlokasi di Desa Nisa, Kec. Woha dan menyuplai 150 pelanggan di desa tersebut saat ini sedang dalam proses pemeliharaan setelah terendam air. Selebihnya, sebanyak kurang lebih 200 pelanggan belum bisa disambung karena kondisi jaringannya berbahaya untuk dialiri listrik.

“Kami harus pastikan kondisi instalasi listrik, baik milik PLN ataupun pelanggan aman sebelum kami aliri listriknya. Apabila kondisi masih belum aman, kami tidak akan alirkan listriknya. Keselamatan masyarakat tetap yang utama,” jelas Maman.

Tidak hanya dari PLN UP3 Bima, tambahan personel didatangkan dari PLN UP3 Sumbawa, PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Tambora dan mitra kerja untuk mempercepat pemulihan sistem.
“Total 65 petugas diterjunkan untuk mempercepat proses pemulihan sampai malam ini. Semua disiagakan di tiga lokasi, yaitu Monta, Woha dan Bolo,” tambahnya.

Banjir bandang yang melanda Bima itu telah mengakibatkan 54 gardu distribusi PLN terdampak dan mengakibatkan 7500 masyarakat di 26 desa terputus aliran listriknya.

Maman juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap bahaya kelistrikan yang mungkin terjadi, salah satunya dengan segera matikan listrik apabila air masuk ke dalam rumah.
“Tetap hati hati. Matikan segera listrik kalau air masuk ke rumah untuk menghindari arus hubung singkat yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Polres Lobar Bongkar Prostitusi Berkedok SPA, Tarifnya 500 Ribu

Read Next

Jaksa Panggil Bendahara RSUD Praya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *