Menikmati Ubi Madu Khas Desa Sapit di Kota Mataram

F Bok 8

RAZAK/RADAR MANDALIKA SEMOGA LANCAR: Jannaran Firdaos saat melayani pembeli yang membeli ubi madu khas Sapit di Lingkungan Karang Kelok Baru, Monjok Barat, Kota Mataram, pekan kemarin.

Siapkan Pelayanan Siap Antar, Hari Pertama Laris Manis

Hari pertama buka di Lingkungan Karang Kelok Baru, Monjok Barat, Kota Mataram. Ubi madu khas Desa Sapit, Lombok Timur yang dijual Jannatan laris manis. Selain menjual ubi madu mentah, juga menjual ubi yang sudah dibakar siap antar ke lokasi pembeli.

RAZAK-MATARAM

SABTU (22/11) pagi, dua orang pria yang masih energik, Jannatan Firdaos dan Bayu Aryadani terlihat mebersihkan salah satu bangunan (ruko), ukuran 6×10 meter persegi. Maklum saja, bangunan itu akan dijadikan tempat kali pertama untuk berjualan atau berdagang ubi madu khas Desa Sapit, Lombok Timur (Lotim).

Bangunan yang berlokasi di Lingkungan Karang Kelok Baru, Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Atau tidak jauh dari Kantor Imigrasi Mataram itu kini sudah bersih dan nyaman ditempati. Setelah lumayan lama tidak ditempati berusaha oleh orang lain sebelumnya.

Saat setelah itu, keduanya pun mulai action dan resmi pertama  kali berjualan ubi madu khas Desa Sapat di tempat itu. Sarana seperti meja yang di atasnya ada ubi madu di taruhnya di pinggir jalan. Pastinya, orang yang berjalan kaki atau yang menggunakan kendaraan lalu lalang dengan jelas akan melihat barang dagangannya.

Kemudian, ada box berisi air untuk membersihkan ubi juga terlihat di dalam ruangan. Selain itu, juga sudah siap Gas Elpigi (Melon), dan kompor yang di atasnya sebuah wadah untuk memanggang atau membakar ubi madu. Artinya, Jannatan dan Bayu tidak hanya menjual Ubi Madu dalam bentuk mentah saja. Tapi juga menawarkan yang sudah dibakar atau dipanggang.

Di lokasi, pembeli pun berdatangan membeli Ubi Madu mentah. Untuk diolah sendiri di rumah. Jannatan pun terlihat melayani pembeli. Karena baru pertama buka, Ubi Madu dijual dengan harga promo pada hari itu. Bagi Anda yang berminat tinggal menghubungi nomor 085 238 560 445 (WA).

“Kalau mentah kita jual Rp 10 ribu per kilo di lokasi. Kalau diantar ke tempat pembeli kita kasih Rp 15 ribu per kilonya,” kata Jannatan, pria warga Desa Sapit ini.

Sementara, Bayu yang berbadan kurus tampak sibuk mempromosikan ubi madu yang sudah dibakar atau panggang melalui media sosial Facebok. Bayu pun rupanya bertugas mengantarkan barang pesanan pembeli. Harga Ubi Madu yang masih mentah dengan yang sudah siap saji itu tentu saja bebeda.

“Ubi Madu yang sudah dipanggang (bakar) Rp 15 ribu per kilo di lokasi. Kalau diantar ke lokasi (tempat pembeli) kita kasih Rp 25 ribu per kilo,” tutur Jannatan.

Alhasil, ubi madu khas Desa Sapit Lotim ini cukup diminati warga alias laris. Baik ubi madumentah mapun yang sudah dibakar atau panggang. Bayu pun berulang kali naik sepeda motor membawa ubi madu dalam kemasan untuk diantar ke lokasi pembeli yang sudah dipesan lewat media sosial.

Di sisi lain, Jannatan mengaku masih kekurangan sarana terutama sekali untuk peralatan panggang. Karena, ukuran atau kapastias peralatan atau wadah yang digunakan relatif kecil. Yang digunakan saat itu hanya bisa menampung 1,5 kilo Ubi Madu.

“Sebenarnya kita butuh open gas dengan kapasitas besar ukuran belasan kilo agar lebih efisien. Kalau yang kecil ini (ditunjukknya) kita kalah di gas,” jelas dia.

Hari itu, jam sudah menujukkan pukul 11.23 Wita. Pria yang sudah berkepala satu itu menuturkan, ubi madu khas Sapit yang dijualnya sudah ludes 19 kilo dari sebanyak 45 kilo ubi madu yang disetok pada hari itu. Baik yang dijual dalam bentuk mentah maupun ubi madu panggang yang dipesan pembeli.

Jannatan pun tidak habis fikir usahanya ini menunjukkan prospek yang cukup baik di hari pertama buka di Lingkungan Karang Kelok Baru. Yang titik lokasinya cukup strategis.

“Ke depannya kita memiliki target untuk membuka cabang di lima lokasi di Mataram aja dulu,” cetus Alumni Universitas Mataram (Unram) itu. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

5 Tahun Anggaran Disunat Pemkab, PPDI Kecewa

Read Next

Putria: PAS Peluang Besar Menang Pilkada

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *