Mengikuti Tablig Akbar Syeikh Ali Jaber di Lombok Timur

F BOK 5

MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA KHUSYUK : Jamaah dari berbagai asal tampak khusyuk mendengarkan tausyiah dari Syaikh Ali Jaber, di Masjid Baitul Izzah Desa Selagik, kemarin.

Bersyukur Indonesia Tetap Aman, Dimudahkan Menjalankan Ibadah

Syaikh Ali Jaber menggelar tablig akbar di Masjid Baitul Izzah Selagik Lotim. Banyak hal disampaikan dai kondang ini untuk menjadi bahan renungan bagi umat muslim di Lotim, bahkan NTB pada umumnya.

MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

KEDATANGAN Syaikh Ali Jaber, dalam tablig akbar di Masjid Baitul Izzah Desa Selagik Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur (Lotim), disambut dengan penuh suka cita oleh masyarakat Gumi Patuh Karya, utamanya masyarakat Kecamatan Terara. Mereka datang berbondong-bondong untuk dari berbagai asal, untuk mengikuti dakwah dai ternama ini.

Dalam dakwahnya, ia menyebutkan sudah 887 titik lokasi tablig akbar yang diisinya di seluruh penjuru nusantara. Ia menargetkan di tahun 2021 mendatang, bisa sampai 1000 titik, dan akan terus melakukan dakwah. 

Menurut pandangannya dan pengalaman hidupnya di Indonesia dan beberapa negara yang pernah ia kunjungi, banyak anugerah yang diterima Ibu Pertiwi ini, kendati banyak pula kekurangan yang ada di negeri ini.

Dibandingkan negara lain, jauh lebih banyak nikmat didapat Indonesia. Seperti 714 suku yang berbeda-beda dan bersatu di bawah bendera merah putih. Indonesia begitu luas dengan berbagai latar belakang. Tidak pernah ada terjadi fitnah dan dilanda perang saudara.

Ia sendiri pernah ke Palestina, dan meminta bersama jamaah untuk salat Tahajud di Masjidil Aqso yang letaknya di dalam Kota Tua, yang letaknya tidak jauh dari hotel tempatnya menginap. Di dalam kota tua itu, disana ada Yahudi, nasrani dan muslim, dan bahkan semua ada di sana. Sesampai di Masjdi Al Aqso, pintu masjid tertutup dan dijaga pasukan Israel. Dilain pihak, ia melihat beberapa bendera negara lain, seperti bendera Inggris, Israel, Brazil dan lainnya. rupanya, banyak muallaf pula yang ditemukan di kawasan Masjid Al Aqso, yang menandakan sebuah kemajuan islam di Palestina.

Ketika ramai dan jamaah banyak ingin masuk masjid Aqso, sampai pukul 03.00 waktu setempat, pintu masjid tak kunjung dibuka tentara Israel. Bahkan, ia melihat warga Palestina sudah sangat tua dan duduk dikursi roda, tampak cukup lama menunggu pintu masjid dibuka. Karena pintu masjid lama dibuka, raut wajah umat islam disana, mulai terlihat gelisah. Karena sudah lebih dari satu jam meminta pintu dibuka, dan bahkan hampir dua jam berdiri di depan masjid.

Ketika pintu masjid dibuka, masuk pun tidak boleh berdesak-desakan, tidak boleh ramai-ramai dan parahnya lagi tidak boleh takbir. Kalau saja ada yang takbir saat pintu masjid Al Aqso dibuka, akan langsung ditangkap pasukan Israel. Sehingga pihaknya bersama jamaah asal Indonesia, begitu masuk ke dalam masjid Al Aqso, langsung melakukan sujud syukur, melakukan salat witir, karena telah berupaya mempertahankan diri berada di depan masjid sampai pintu dibuka.

Disana  ia merenungkan kondisi Indonesia, yang sangat beruntung ketimbang kondisi di Palestina, dan beberapa negara lainnya. Sehingga, rakyat Indonesia harus bersyukur dengan kondisi bangsa ini, bila berkaca dengan kondisi yang ada di Timur Tengah, sepert Syiria, Yaman, Irak, Libya, dan beberapa negara lainnya, yang penuh dengan tantangan kehidupan. Belum lagi seperti di negara Afrika, dan lainnya.

Sementara, di Indonesia bisa menikmati ibadah dengan aman. Karena aman, sehingga bisa mencari nafkah, dan sebagainya. Banyak kehidupan di negeri ini yang didapat. Jika saja negeri ini terancam perang saudara, maka tidak ada yang bisa dibanggakan dari negeri ini.

Dengan kondisi di Timur Tengah dan lainnya, dari itu selama di Indonesia tak pernah dilarang masuk masjid. Bahkan dinegeri ini, justru dikawal dan diamankan, sehingga aman dan lancar serta mendapat kemudahan dalam melaksanakan ibadah.

“Kalau melihat kondisi di Al Aqso, mereka tidak bisa melakukan aktivitas normal, melakukan ibadah kapan pun mereka mau. Karena itu, masyarakat Indonesia patut bersyukur, bisa melaksanakan ibadah, kapan pun masyarakat mau,” kata Syaikh Ali Jaber dalam dakwahnya di Masjdi Baitul Izzah Desa Selagik, kemarin. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Mobil Hancur, Belasan Rumah Rusak

Read Next

Buronan di Semarang Tertangkap di Lobar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *