Melihat Alat Handsanitezer Otomatis Produk Agus, Guru Honorer SMPN 1 Labuapi

F Bok 2 scaled

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA TUNJUKAN: Agus saat menujukan alat handsanitazer otomatis ciptaannya, Senin (13/7) lalu.

Gunakan Sensor, Biaya Produksi Murah dan Siap Menerima Pesanan

Agus merupakan guru honorer di SMPN 1 Labuapi, berhasil menciptakan alat handsanitezer otomatis. Bagaimana bentuk dan cara kerjanya, berikut liputan Radar Mandalika.

WINDY DHARMA-LOMBOK BARAT

WAKIL Kepala SMPN 1 Labuapi menuju ke salah satu tembok sekolah. Sepanduk protokol kesehatan pencegahan covid-19 terpasang jelas di depan sekolah. Kedua telapak tangannya dijulurkan langsung ke bawah tempat handsanitaizer yang tertempel di tembok itu. Seketika cairan handsanitazer keluar otomatis, tanpa ditekan. Ternyata, SMPN itu sudah mengunakan alat handsanitaizer otomatis yang mengunakan sensor.

Ialah I Gusti Bagus Dian Sanjaya, pencipta alat itu. Guru honor Matematika di SMPN itu mampu mambuat alat handsanitaezer otomatis dari perlengkapan sederhana. Serta mudah didapatkan.

Ditemui disela aktifitasnya di SMPN 1 Labuapi, Senin (13/7) lalu. Pria yang akrab disapa agus itu mengaku ispirasi membuat alat itu karena covid-19. Selain untuk mencegah terjadinya penularan melalui alat handzanitaizer yang sering dipegang. Juga ini membantu mempermudah pengunaan. Terutama bagi tamu sekolah yang datang berkunjung.

Pembuatan alat itu pun mulai dikarjakan oleh pria 28 tahun itu sejak awal pandemi itu. Berdasarkan beberapa refrensi dan masukan dari komunitas yang diikutinya melalui media sosial (Medsos). Iapun akhirnya merancang alat itu.

“Satu bulan saya baru selesai mengerjakan, April itu jadi,” ujar lulusan Guru Matematika IKIP Mataram itu.

Komponennya pun, dikatakan Agus cukup mudah diperoleh. Mulai dari botol sabun pencet yang dimasukan handsanitaizer, papan, rangkaian hardwere, sensor. Serta mengunakan tenaga batrai dari powerbank. Hanya saja untuk sensor utra sonic ACRS, hardware seperti mainboard (PCB) hingga komponen nano masih barus dipesan khusus.

“Makanya part yang ini agak lama sampainya karena datang dari luar daerah,” sambungnya.

Ia menjelaskan jika semua komponen itu dirangkai ia membutuhkan waktu satu hari. Sedangkan untuk pengisian software untuk perintah otomatis alat itu, Ia mengatakan setidaknya butuh dua hari. Termasuk uji simulasi.

“Agar semua partnya itu bisa bekerja,” ujar warga Reyan Lingkungan Gerung Selatan Kecamatan Gerung itu.

Biaya pembuatannya terbilang murah. Sekitar 150 ribu yang harus dirogohnya untuk bisa membuat alat itu. Itu pun bisa lebih murah dengan menganti tenaga powerbank dengan colokan listrik. Karena hanya membutuhkan sekitar 5 volt dan bisa mengunakan cas handphone. Kini ia sudah mulai coba-coba menjual alat buatannya itu melalui media sosial.

“Kita coba-coba jual dengan harga Rp 300 ribu,” ucapnya.

Alat itu, Kata Agus menjadi yang pertama yang dibuatnya. Meski sebelumnya ia juga sudah pernah membuat program e-rapot yang kini dipergunakan SMPN 1 Labuapi dan beberapa sekolah lainnya.

Kesenangan akan dunia ITE, sejak ia duduk dibangku kuliah 2011 lalu. Terlebih terdapat mata kuliah perancang software. Ia semakin mengeluti dunia program dan ITE saat mengikuti komunitas ITE Audino Indonesia 2014 melalui media sosial. Setelah manjadi sarjana 2015 lalu, ia tetap aktif memantau komunitasnya yang kerap melakukan pembelajaran secara online. Hingga di 2017 ia akhirnya mulai membuat program pertamannya.

Meski pria yang mengidolakan Agung Dwi Arsana salah seorang ahli ITE Indonesia berprofesi sebagai guru matematika. Namun pihak sekolah juga memintanya membantu dalam pelajaran ITE.

Sementara itu, beberapa guru cukup kagum dengan prestasi dari Agus. Menurut Kartini guru Kimia di SMPN itu, alat ciptaa Agus itu rencananya akan coba dipelajar cara membuatnya. Terlebih komponen dari alat itu yang mudah diperoleh oleh anak-anak.

Ia pun mengaku banga dengan kemampuan Agus. Walaupun kekurangan pendengaran akibat kecelakaan motor yang sempat dialami Agus. Namun di mata para Guru, Agus sosok yang rajin dan mau membantu dalam perkembangan sekolah. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Penyidik BAP Pelapor Ketua Bawaslu Loteng

Read Next

HM Syukur Pimpin SMSI NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *