Masjid Al-Hakim Ditelantarkan, Kades Kuta Sesalkan Sikap ITDC

  • Bagikan
F masjid 1
FOTO DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA DIPERSOALKAN: Sejumlah pemotor melintas di jalan raya depan Masjid Al-Hakim, Jumat siang.

PRAYA – Pemerintah Desa (Pemdes) Kuta, Kecamatan Pujut meminta agar pihak PT. ITDC serius menangani masalah masjid Al- Hakim di Dusun Ujung Daye. Sepengetahuannya, ITDC telah sepakat dan siap untuk membangun masjid tersebut sebagai ganti tempat ibadah warga yang sebelumnya pernah dirobohkan untuk pengembangan KEK Mandaika dan Sirkuit Mandalika.

Kepala Desa Kuta, Lalu Mirate mengatakan sebelumnya masyarakat dan pihak ITDC sepakat untuk dibangun masjid baru sebelum merobohkan masjid lama di Dusun Ujung Lauk. Namun karena negosiasi dan diimingi kesiapan dari pihak ITDC akhirnya warga setuju dirobohkan bangunan masjid lama.

Kades menjelaskan, pesoalan ini sering dimediasi oleh pemerintah dan pihak masyarakat. Namun pihaknya menyesalkan tindakan ITDC hanya menjanjikan masyarakat tetapi realisasi sampai dengan hari ini belum terlihat maksimal.

“ITDC pernah dipanggil DPRD bersama masyarakat dan pemdes, tapi ITDC hanya bilang siap- siap saja,” tegasnya kepasa Radar Mandalika, Senin kemarin.

Kades membenarkan adanya uang ganti rugi sebesar Rp 800 juta yang diperuntukkan untuk pembelian bahan dan ongkos tukang pembangunan. 

Pemdes mendukung tindakan warga yang meminta kepastian pihak ITDC. Sebab keberadaan sarana ibadah tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terlebih komitmen ITDC sejak dulu juga sangat jelas untuk mengganti masjid tersebut.

“Siapa yang dirugikan harus kita dukung agar masjidnya bisa jadi. Wajar dia ngomong karena dijanjikan terus,” tegasnya.

Dia berharap agar pihak ITDC lebih serius merealisasikan janji- janjinya terhadap masyarakat agar persoalan tersebut tidak terus terulang. Berkaitan dengan peran pemdes dalam hal tersebut, kades menerangkan, pihaknya hanya sebagai saksi dari beberapa kesepakatan masyarakat dengan ITDC. Sehingga persoalan ini sebutnya menjadi persoalan warga dan pihak ITDC.

“Desa serba salah, itu urusan dengan panitia masjid kita sebagai saksi,” sambungnya.

Terpisah, Camat Pujut, Lalu Sungkul yang dikonfirmasi Radar Mandalika enggan memberikan komentar terkait persoalan tersebut.“No Coment,” jawabnya melalui pesan singkat. (ndi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *