Akhdiansyah. (JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA) 

MATARAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) mendorong PT GNE untuk segera melakukan ekspansi usaha setelah mendapatkan suntikan anggaran sebesar Rp8 miliar.

Anggota Komisi III DPRD NTB, Akhdiansyah alias Guru To’i menilai upaya ini penting agar badan usaha milik daerah (BUMD) mampu bangkit dan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“PT GNE harus mampu beradaptasi dengan tantangan bisnis ke depan melalui inovasi dan diversifikasi usaha,” ujarnya, Rabu (29/04).

Tantangan ke depan, lanjut Guru To’i, PT GNE harus bisa melakukan identifikasi dan diversifikasi jenis usahanya.

“Dibutuhkan kreativitas untuk menentukan fokus bisnis yang akan dikembangkan,” tuturnya.

Menurut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, suntikan anggaran Rp8 miliar seharusnya menjadi momentum bagi PT GNE untuk memperkuat kinerja dan keluar dari pola usaha lama.

Ia menilai PT GNE tidak bisa lagi hanya mengandalkan produksi paving block dan batako seperti sebelumnya.

Jika tetap mempertahankan sektor tersebut, kualitas produk harus memenuhi standar nasional.

“Kalau mau tetap di batako, paling tidak harus memenuhi standar SNI. Namun ke depan, PT GNE harus berani melakukan ekspansi bisnis, misalnya masuk ke proyek-proyek daerah yang dibiayai APBD maupun APBN,” jelasnya.

Guru To’i juga mendorong PT GNE untuk menjajaki peluang kerja sama dalam program pemerintah pusat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih sangat potensial. BUMD ini harus berkontribusi dalam peningkatan fiskal daerah melalui PAD,” katanya menambahkan. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *