banner 300x600

Lotim Mulai Poles Destinasi Wisata

  • Bagikan
F Kadis Pariwisata Lotim
FENDI/RADARMANDALIKA.ID H. Mugni

LOTIM-Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, optimis bisa maksimalkan destinasi wisata termasuk kawasan Ekas dan Sembalun. Kawasan tersebut saat ini sedang dalam proses infentarisasi dan pembenahan pasilitas yang ada demi memberikan rasa anam dan nyaman bagi pengunjung nantinya.

“Sedang dipersiapkan ini destinasi-destinasi yang layak dikunjungi, selatan lagi ditata, home stey lagi diinventaris”, tegas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, H. Mugni kepada media, Jumat lalu.

banner 300x600

Dijelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan proses pengisian pembuatan Grend Desain penataan Ekas dan wilayah Sembalun, sehingga tahap pembangunannya dapat terjadi secara berkelanjutan. Dijelaskannya pebataan destinasi wisata tidak semuanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata melaikan juga dibantu oleh berbagai dinas terkait seperti, relokasi merupakan tugas Dinas Perkim, Pembuatan taman menjadi tanggung jawab Dinas LHK, dan Pembuatan jalan menjadi tugas Dinas PUPR.

“Master plannya karena ini kebutuhan pariwisata maka dia harus mengunakan konsef pariwisata,” katanya jelas.

Berkaitan dengan kapan bisa diranpungkan rencana berkelanjutan pengembangan pariwisata tersebut, ia mengaku sudah bersama konsultan untuk menata secara bersama- sama dan menerima masukan dari berbagai pihak, sehingga mengasilkan grens desain yang jelas.

“Kita sudah bersama konsultan sekarang, kita menata itu bersama konsultan, tapi dokumennya tertulis tahun depan, sekitar bulan maret, April sekarang dikaji dulu ini,” katanya.

Dalam pelaksanaan pembangunan destinasi yang ada dijelaskannya tidak akan memaksa diri, melainkan berusaha semampunya untuk mencapai target yang ada. Dinilainya destimasi wisata harus dikelola secara berkelanjutan untuk mencapai pemanfaatan secara maksimal.

“Salah orang maknai motogp itu hanya sekali, tapi motogp itu kontraknya lima tahun dan bisa diperpanjang menjadi sepuluh tahun”, sebut dia.

Menurutnya pembangunan destinasi tidak bisa dilakukan hanya untuk menyambut gelaran seperti motogp saja, melainkan lebih pada konsef alam lestari, budaya yang kokoh dan agama. Sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan untuk waktu yang panjang.

“Jangan kita memaksa diri untuk menyelesaikan semua destinasi kita untuk satu tahun, kepentingan tahun 2021”, sesalnya.(cr-ndi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *