Loteng Kekurangan Akomodasi Penginapan

  • Bagikan
Hotel scaled
RAZAK/RADAR MANDALIKA POTRET: Seorang pengendara roda dua melintas di depan salah satu penginapan yang ada di Kota Praya, belum lama ini.

PRAYA – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) masih kekurangan akomodasi berupa penginapan baik hotel, homestay dan lainnya. Karenanya, Pemkab Loteng sangat berharap semakin banyak masyarakat atau para investor yang mau menanamkan modal atau berinvestasi di Gumi Tatas Tuhu Trasna pada sektor akomodasi.

“Kita masih (fokus) pada akomodasi,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Loteng, H Muhammad pada Radar Mandalika, belum lama ini.

Ketersediaan akomodasi berupa penginapan menjadi salah satu fokus perhatian utama Pemkab Loteng. Pasalnya, penginapan di Loteng masih kurang saat ini. Di satu sisi, Loteng kini menjadi pusat perhatian khususnya bagi para wisatawan terlebih dengan adanya KEK Mandalika dan Sirkuit MotoGP yang berada di wilayah selatan Loteng.

“Karena pengalaman kemarin waktu MotoGP dan WSBK (World Superbike), terutama MotoGP, kita ini kurang akomodasi,” kata Muhammad.

Dia pun memberi gambaran ketika gelaran WSBK di tahun 2021 dan gelaran MotoGP tahun 2022. Alternatif untuk mengantisipasi kekurangan akomodasi, dengan menjadikan rumah warga sebagai homestay atau penginapan bagi pengunjung untuk menginap terutama di desa penyangga kawasan KEK Mandalika atau Sirkuit MotoGP.

“Banyak rumah yang dipakai, huntara kita habis terjual,” ungkap pria yang pernah menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng itu.

Karena Loteng kekurangan akomodasi berupa penginapan saat gelaran MotoGP Sirkuit Mandalika. Diungkapkan, daerah lain seperti Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur itu mendapat dampak positif dari gelaran balap motor internasional tersebut. Dimana, banyak pengunjung yang memilih menginap di daerah tersebut.

“Lombok Barat terutama Kota Mataram sendiri terima kasih dengan adanya MotoGP. Karena apa, karena habis dia punya hotel yang ada di Kota Mataram termasuk Lombok Barat. Dia sangat berterima kasih dengan ada kegiatan di Lombok Tengah. Bahkan di Bali ada yang menginap,” jelasnya. (zak)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *