Langkah Cegah Radikalisme dan Intoleransi di Wilayah Hukum Lombok Timur

F BOK 7

IST / RADAR MANDALIKA DEKLARASI : Kapolres Lotim bersama lintas agama dalam deklarasi anti radikalisme dan intoleransi antar umat beragama, di gedung Bhayangkari Polres Lotim, kemarin.

Lintas Agama Deklarasi, Bentuk Kekompakan Jaga Keamanan

Pemerintah Lombok Timur dan aparat terus melakukan upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi. Apalagi di tengah keberagaman bangsa ini, sikap intoleransi salah satu yang diantisipasi. Seperti apa ?

MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

PEMERINTAH Kabupaten Lombok Timur (Lotim), sejak menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), menggencarkan operasi Minuman Keras (Miras). Baik miras tradisional maupun miras pabrikan. Miras tersebut sudah banyak dimusnahkan baik oleh Polres Lotim maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lotim.

Kemarin, ada ribuan liter miras tradisional dan pabrikan dimusnahkan Polres Lotim. Pemusnahan miras itu melibatkan para Tokoh Agama (Toga) lintas agama. Mulai dari Toga islam, hindu, kristen, hingga budha. Kecuali konghucu, karena agama konghucu di Lotim belum ada penganutnya.

Bicara warna agama di Lotim memang sejak awal Lotim sendiri mempunyai warna yang telah menggambarkan toleransi antar umat beragama, seperti menyambangi umat kristiani yang melaksanakan hari raya dan lainnya. Antara ulama dan umaro di Lotim,  bisa bersinergi dengan baik. Sehingga masyarakat Lotim bisa menjadi aman, tertib dan damai.

Sejak awal, Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim sendiri berkomitmen untuk terus mengawal dan senantiasa menjaga semangat persatuan dan kesatuan. Sehingga disetiap pelaksanaan kegiatan di daerah ini, berjalan sangat relevan.

Sejak beberapa tahun terakhir, isu radikalisme agama menjadi salah satu konsen pemerintah indonesia hingga daerah, terus dicegah agar tidak menjalar merasuki pemikiran masyarakat. Bahkan dari informasi yang ada, sekitar 600 ribu WNI yang pernah melaksanakan radikalisme. Begitu juga dengan intoleransi yang saat ini berkembang di Indonesia sekitar 46 persen.

Pemda Lotim melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, tetap melakukan koordinasi dengan instansi terkait, dalam rangka mencegah maraknya radikalisme dan intoleransi. Kemarin, dari lintas agama mendeklarasikan diri anti radikalisme dan intoleransi umat beragama.

Para toga ini menyatakan sikap mendukung kinerja dan tindakan tegas terukur TNI Polri, demi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meminta semua pihak untuk menahan diri dari ajakan pihak tertentu, yang berpotensi menimbulkan keresahan serta dapat memecah belah Persatuan Bangsa Indonesia.

“Kami percaya TNI Polri profesional dalam menangani permasalahan yang berpotensi merongrong kedaulatan NKRI,” kata Dominggus, tokoh agama Kristen Katolik, kemarin. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Diduga Ada Permainan Bantuan Sapi

Read Next

Positif Covid-19 di Mataram Melonjak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *