Kunker Gubernur Belum jadi Temuan Bawaslu

F Kunker

IST/RADAR MANDALIKA TURUN GUNUNG: Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah saat Kunker ke Kabupaten Sumbawa, beberapa waktu yang lalu.

MATARAM – Kunjungan kerja (Kunker) dilakukan Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah ke Sumbawa sempat jadi sorotan. Lebih-lebih munculnya dugaan kampanye terselubung, mengingat adik gubernur di Sumbawa maju menjadi calon wakil bupati, paslon Mahmud Abdullah – Dewi Noviani.

Atas informasi yang berkembang di sana, Bawaslu provinsi NTB angkat bicara. Bawaslu menegaskan, dugaan gubernur kampanye terselubung di balik roadshow dan dialog masyarakat pesisir di Sumbawa baru sebatas informasi awal. Dan ini belum masuk kategori temuan.

“Belum jadi temuan,” ungkap Koordinator Divisi Hukum, Humas Data, dan Informasi Bawaslu NTB, Suhardi di Mataram kemarin.

Menurut dia, karena sifatnya informasi awal, Bawaslu harus menelusuri bukti-bukti kebenaran tudingan itu. Jika ada pihak-pihak yang memiliki bukti kuat diimbau melapor ke Bawaslu. “Kalau ada bukti lapor saja ke kami,” sarannya.

Suhardi menjelaskan, hasil koordinasi Bawaslu NTB dengan Bawaslu Sumbawa, sampai dengan kemarin tidak ada pernyataan atau statement yang menyebut Gubernur NTB memanfaatkan roadshow untuk kampanye. Begitupun pernyataan yang meminta Gubernur menghentikan roadshow. Dalam mekanisme yang ada, pernyataan Bawaslu disebut resmi setelah menggelar rapat pleno. Faktanya, Bawaslu Sumbawa belum menggelar pleno untuk memutuskan apakah Gubernur berpolitik atau tidak.

“Sehingga kabar yang beredar Bawaslu Sumbawa melarang Gubernur melanjutkan roadshow-nya dipastikan bukan pernyataan resmi Bawaslu. Saya tegaskan Bawaslu tidak pernah melarang Gubernur,” tegas Suhardi.

Suhardi kembali menegaskan, saat ini Bawaslu masih menelusuri informasi awal itu. Kalau nanti Gubernur terbukti berpolitik di balik roadshow, maka langkah yang akan ditempuh Bawaslu yakni, memberi peringatan. Pihaknya berhak memberi peringatan, tetapi tidak punya hak menghentikan kegiatan road show-nya.

Kalau Bang Zul tetap ngeyel, maka Bawaslu akan memprosesnya sesuai mekanisme yang ada.“Outputnya bisa pidana, administrasi, kode etik, atau pelanggaran perundang-undangan lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menanggapi kabar dirinya dilarang road show oleh Bawaslu. Melalui akun media sosialnya, Bang Zul mengatakan cukup kaget. “Saya cek ke Bawaslu Sumbawa nggak ada seperti itu, saya cek ke provinsi juga nggak ada,” katanya dalam pernyataan resminya diterima koran ini.

Zul lantas membandingkan saat dirinya ikut Pilbup 2018 lalu. “Saya harus angkat topi pada Bawaslu dari provinsi sampai kabupaten, kinerjanya sangat bagus, jadi jangan coba-coba melanggar dan berbuat curang,” ulasnya.

Zul kemudian menegaskan, tidak berniat menghentikan road show-nya di Sumbawa. “Di berbagai tempat yang saya kunjungi nyaris nggak pernah bicara Pilkada,” jawabnya.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sanksi Lima Pejabat ASN Dalam Proses

Read Next

4 Sampai 11 November Reses Anggota Dewan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *