Komisi II Usulkan Penambahan Penampung Air PDAM

f Dewan rifai

BUYUNG/RADAR MANDALKA Ahmad Rifai

PRAYA – Komisi II DPRD Lombok Tengah memberikan perhatian terhadap kondisi air yang dikelola PDAM. Komisi II pun kepada pemerintah mengusulkan agar penampungan air PDAM ditambah.

Sekretaris Komisi II DPRD Lombok Tengah, Ahmad Rifai mengatakan, untuk titik usulan penambahan penampung air di antaranya. Wilayah utara, contohnya seperti di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara yang memang saat ini membutuhkan program tersebut. Kebutuhan anggaran untuk merealisasian tempat penampungan air ini sendiri akan menelan anggaran Rp 500 juta per titik.

 “Itu hasil kunjungan kita kemarin, beberapa wilayah kondisi penampungan airnya sudah ada yang rusak,” bebernya.

 Ahmad Rifai menerangkan, sementara saat rapat terakhir komisi Jumat, (16/10) kemarin, pihaknya telah mengundang beberapa dinas sesuai leading sektor Komisi II seperti, Dinas pertanian, ketahanan pangan, koperasi dan UKM, Dispar, dinas pendapatan dan OPD lainnya.

Dalam rapat kemarin, komisi II mengaku hanya melakukan konsultasi terkait apa saja program prioritas yang belum terealisasi di semua leading sektor. “Jadi kalau memang ada program prioritas dari OPD yang belum masuk dan nantinya di TAPD itu dikurangi atau tidak ada anggaranya, maka bisa saja kita tambahkan di badan anggaran,” katanya.

Politisi PKS ini menegaskan, untuk saat ini rata-rata semua dinas anggaran untuk dana transfer dikurangi sejumlah Rp 128 miliar dari pusat, sehingga dana yang semula untuk seluruh dinas tersebut dikurangi sebanyak 45 persen.

Kemudian, pihaknya juga mengusulkan terkait pembangunan penunjang wisata khususnya di wilayah KEK Mandalika. Walaupun memang dari DAK, namun peran serta dewan juga musti jelas dalam ikut melakukan kawalan terhadap pembangunan wisata kedepannya. Dirinya juga melihat dibeberapa aspek kawasan di luar KEK Mandalika perlu menjadi perhatian khusus, contohnya di destinasi wisata Aik Bukak, Batukliang Utara. Wisata tersebut saat ini hanya mampu berkontribusi kepada pendapatan daerah sejumlah 40 juta satu pertahun, maka dari itu perlu adanya pembaharuan pembangunan di sana.

“Itu destinasi lama, kita lihat juga kurang representatif dan perlu diperbaharui lagi dari aspek tata bangunan yang ada disana, agar lebih terlihat modern lagi,” ujarnya.

Dewan juga mendorong pemerintah khususnya Dispar untuk lebih memperhatikan lagi destinasi wisata yang telah lama ada tersebut. Sehingga kedepannya bukan hanya KEK Mandalika saja yang menjadi destinasi andalan di Lombok Tengah, melainkan destinasi lain juga.(buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

SMRC Tidak Survei di Loteng

Read Next

Bawaslu Loteng Gandeng MUI

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *