Komisi II Tampung Gagasan LGD dan Sejumlah Organisasi

F audensi

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID AUDIENSI: Dari LGD dan sejumlah organisasi saat menyampaikan aspirasinya kepada Komisi II, Rabu kemarin.

PRAYA – Komisi II DPRD Lombok Tengah menampung sejumlah gagasan besar Leneng Grup Discussion (LGD) bersama beberapa organisasi pariwisata dengan konsep smart city tour di tengah Kota Praya.

Juru bicara LGD, L Isnaini mengungkapkan bahwa mengingat sangat penting dalam membangun keseriusan tren wisata di tengah kota dengan kemasan konsep berbeda yakni kelurahan, dimana secara normatif pihaknya menyatakan secara umum hanya akan mengetahui wisata itu hanya di desa saja.

“Adapun LGD ini terbentuk dasar sebuah diskusi ringan dan disupport oleh beberapa organisasi pariwisata yang bahu – membahu membangun daerah dengan konsep Smart City Tour,” katanya di kantor dewan, Rabu kemarin.

Ditambahkan Jubir yang juga selaku Lurah Leneng, adanya kawasan Leneng Praya yang sudah ramai dengan hadirnya beberapa lokasi sport diskusi dan areal cafe d’Chantik yang sedang naik daun. Dimana dengan dasar pengalaman pahit di luar daerah dan membangun usaha di daerah sendiri sudah cukup maju.

Kemudian konsep smart city tour merupakan cara supaya areal kota juga dapat menyajikan konsep wisata dengan kemasan berbeda, namun tidak keluar dari esensi kepariwisataan.
“Kami hadir bersama beberapa organisasi kepariwisataan yakni HPI, AELI, MASATA, AP Mandalika, ASTINDO, SAPANA dan IPI,” bebernya.

Sementara, Plt Kadis Pariwisata Loteng Lendek Jayadi mengungkapkan bahwa wisata di perkotaan prospek kedepan dan sangat dimungkinkan mengingat banyak program pemerintah seperti PNPM mandiri , program Kotaku dan program lainnya yang dapat digunakan sebagai sarana penataan kota dan dapat menjadi areal ekreasi tingkat lokal masyarakat.
“Kawasan City Tour memang sangat bagus, namun kita belum siap mengingat masih banyaknya kekurangan yang harus dilengkapi,” kata Lendek.

Persoalan iden yang digagas LGD sangat diapresiasi dan dinilaibagus, tinggal bagaimana konsep teknis dan akselerasi saja, mengingat pengembangan program yang menjadi kawasan yang terintegrasi berbasis kota di daerah, dan kedepan akan menjadi multi player effek bagi landing sektor yang lainnya.

Ketua Komisi II DPRD Loteng, HL Kelan mengungkapkan pentingnya diperhatikan bersama bagaimana membangun dan support pemerintah dalam sektor pariwisata.
Kelan memerikan sebuah contoh dimana jalan pariwisata yang sangat kecil dan ada juga sebagian jalan yang rusak. “LGD ini sangat luar biasa dari semua elemen dan organisasi Pariwisata, dengan harapan bantuan anggaran bisa kita inisiasikan melalui Pokir demi kemajuan pariwisata daerah kita tercinta,” kata Kelan.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Rekrutmen CPNS Masih Diseleksi Sistem Pusat Secara Online

Read Next

Pemangkasan Insentif Nakes Belum Jelas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *