Komisi II Evaluasi Sejumlah OPD, JPS Gemilang Tahap II Telur Ditiadakan

WhatsApp Image 2020 05 07 at 08.18.08

IST /RADAR MANDALIKA RAPAT: Sekretaris Komisi II DPRD NTB, Lalu Hadrian Irfani saat memipin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah kepala dinas Rabu (07/05).

MATARAM – Perjalanan Program Sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Provinsi NTB tidak lepas dari pantauan para wakil rakyat di DPRD NTB. Rabu lalu, komisi II memanggil sejumlah kepala dinas yang berkaitan langsung dengan JPS Gemilang tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRD NTB, Lalu Hadrian Irfani mengakui banyak kelemahan dalam distribusi tersebut. Terutama isi paket Sembako yang banyak dikeluhkan public, didistribusikan secara terpisah pisah sehingga tidak jarang menyebabkan isi paket sembako seperti telur ditemukan membusuk. Komisi II pun melangsungkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra kerjanya untuk mengevaluasi supaya distribusi JPS ke dua bisa lebih baik.

“Makanya kami rapat dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM serta Dinas Pertanian,” ungkap Hadrian di konfirmasi di Mataram, Kamis kemarin.

Komisi II tetap akan melakukan pengawalan. Pihaknya tidak ingin masyarakat selalu dibuat kecewa terlebih mereka korban Covid-19 yang merasakan langsung dampaknya. Untuk itu dalam Rapat tersebut semua isi Sembako yang telah didistribusikan tahap pertama itu di diktenya.

“Komisi II menanyakan masalah isi dari paket JPS gemilang dr pemprov. Memang diakui banyak kelemaham dan kekurangan pada tahap pertama. Kami mendorong agar tahap kedua, pendistribusiannya sudah dalam bentuk paket tidak parsial,” tegas ketua Fraksi PKB DPRD NTB itu.

Miq Ari sapaan akrabnya politisi kelahiran Lombok Tengah itu, JPS kedua tetap dalam bentuk Sembako. Namun dari hasil rapat tersebut item telur dihilangkan, diganti dengan abon ikan/ikan kering. Isi paket JPS Gemilang tahap kedua yaitu

Beras, Minyak goreng, Abon ikan/ikan kering Minyak kayu putih, Serbat/teh kelor/kopi.

Untuk masker sendiri yang dihandel oleh Dinas Koperasi dan UMKM, lanjutnya tidak lagi dimasukkan ke dalam paket sembako, namun pembagiannya akan dilaksanakan door to door oleh dinas tersebut.

“Kami usulkan pendistribusiannya dilaksanakan serentak sudah dalam bentuk paket tidak parsial,” katanya.

Komisi II mengakui isi paket sembako itu karena konsep Pemprov adalah memberdayakan UKM/IKM yang terdampak Covid-19. Miq Ari mencontohkan minyak kayu putih ini diproduksi oleh IKM yang ada di Lombok Utara dan Lombok Timur. Binaan  KPH Dinas kehutaan dan Lingkunga Hidup. Terkait urgensinya minyak kayu putih ini menurut Dinas Perindustrian adalah berdasarkan rapat satuan gugus tugas, minyak kayu putih bisa digunakan sebagai minyak terapi untuk menolak virus termasuk virus corona.

“Prinsipnya komisi II akan kawal dan kontrol terus kebijakan eksekutif ini agar tepat sasaran dan sesuai dengan konsep mereka, membantu yang terdampak Covid-19,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Penerima BST Disoal, Khalik Buka Suara

Read Next

SPBN Awang Mangkrak, Nelayan Beli BBM dengan Cara Kucing-kucingan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *