IST/RADAR MANDALIKA PENYEBRANGAN: Sejumlah kapal yang sedang menanti jadwal penyebrangan ke gili, belum lama ini.

KLU – Pengusaha kapal cepat diketahui tidak saja fokus melayani penyebrangan Bali-Lombok, namun kabarnya juga tengah menjual tiket penyebrangan antar pulau tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air) dan Pelabuhan Bangsal.

“Kapal cepat ini sudah membawa tamu dari Bali ke pulau, kalau lagi mengambil usaha lain yang sudah ada pengusaha lokal ini dirasa akan mematikan usaha lokal,” ungkap Ketua Koperasi Karya Bahari (KKB), Sabarudin, kemarin.

Menurutnya, kejadian ini terungkap dua hari yang lalu, di mana muatan kapal cepat membludak namun muatan untuk kapal publik boat yang dikelola KKB justru kosong. Setelah ditelusuri, terdapat dua pengusaha kapal cepat yang menjual tiket untuk melayani jalur transportasi antar pulau.

Hal ini membuat pihaknya meradang dan langsung menegur oknum tersebut. Dari teguran itu terungkap jika satu pengusaha kapal cepat diketahui malah menjual tiket dengan jalur penyebrangan Bali-Gili- Bangsal, lalu oknum pegawai kapal cepat lainnya, disebutnya enggan mengakui perbuatan mereka.

“Itu tidak ada hak mereka tetapi secara kebetulan beberapa hari yang lalu kita temukan bukti bahkan pengusaha itu justru menjual tiket dari Bali dengan tujuan Bali-Gili kemudian ke Bangsal. Berarti ini kan mereka sudah mengatur dari jauh sebelumnya,” ungkapnya.

Dijelaskan, pihaknya di KKB yang mencakup puluhan anggota merasa dirugikan lantaran para penumpang yang idealnya menggunakan publik boat untuk menyebrang ke Bangsal, malah diserobot juga oleh kapal cepat. Padahal, kapal cepat ini selama ini hanya berkutat melayani penyebrangan dari Bali ke Gili dan Gili ke Bali tidak lebih. Atas kejadian inipun pihaknya sudah melaporkan ke bupati.

“Pak bupati responnya baik dia cepat untuk menangani ini dan bupati sendiri tidak menginginkan itu, supaya biarkan ini menjadi ranah pengusaha lokal,” jelasnya.

Terhadap hasil pertemuan dengan pimpinan daerah menyangkut kisruh tersebut, akhirnya menguapkan solusi dalam waktu dekat pihak pemerintah daerah akan memanggil seluruh pihak yang bertikai. Sabarudin menilai, pihaknya tidak menginginkan kejadian ini terulang lagi sebab ini pun menjadi warning kepada pengusaha kapal cepat yang lain agar tidak melakukan hal. Sebab jika ini terus dibiarkan maka KKB akan melakukan penindakan secara langsung.

“Kita akan terus pantau kita awasi sepenuhnya, apalagi kejadian penjualan tiket oleh oknum ini sudah kita laporkan ke Pak Bupati nantinya instansi terkait akan memanggil untuk menindaklanjuti persoalan ini,” tegasnya.

“Seharusnya kapal cepat ini cukup layani yang dari bali ke gili begitu sebaliknya. Kalau semua semua mau diambil bagaimana dengan kami,” imbuhnya.

Belum lama ini, pengusaha kapal cepat juga berkonflik dengan KKB lantaran sistem one gate yang akan dibuat oleh pemerintah justru tidak disetujui. Pihak kapal cepat menilai jika jalur trayek mereka yaitu meliputi Bali ke Gili bukan ke Bangsal sebagaimana akan ditentukan sebagai lokasi bongkar muat penumpang. Namun demikian, dengan adanya kasus ini justru kapal cepat melanggar aturan mereka sendiri dengan memfasilitasi penumpang menuju Bangsal.(dhe) 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 271

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *