PRAYA—Ketua Komisi III DPRD Lombok Tengah, Muhalip membeberkan kondisi jalan tidak mantap di Gumi Tatas Tuhu Trasna, jelang berakhir masa pemerintahan Buapti H. Lalu Pathul Bahri dan Wakil Bupati HM Nursiah.

Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, sampai dengan detik ini ditemukan jalan belum mantap terutama di wilayah selatan dan utara Lombok Tengah.

“20 persen jalan di Lombok Tengah belum mantap,” tegasnya, belum lama ini.

Menurut Muhalip, pemerintah belum bisa menuntaskan perbaikan jalan dikarenakan anggaran yang terbatas. Termasuk di tahun 2024 persoalan ini belum bisa diselesaikan oleh pemerintah.

“Ya mudahan segera ini,” harapnya.

Sementara itu, beda data disampaikan anggota DPRD Lombok Tengah, Ahmad Rifai. Politisi PKS ini menyebutkan jika dari 810 kilometer total panjang jalan di Lombok Tengah, 30 persennya atau sekitar 162 kiloemeter dalam keadaan rusak.

Dia mengatakan jika Pemkab serius untuk memperbaiki sisa jalan yang masih dalam keadaan rusak, bisa saja melakukan pinjaman kemudian dalam jangka setahun. Dia yakin semua pemasalahan terkait jalan diselesaikan semua.

“Jangan ada hanya dikerjakan 2 atau 3 kilometer, kemudian kerjakan yang lain lagi. Coba semua diselesaikan saja sampai clear,” ujarnya.

“Kami DPRD Lombok Tengah mendukung jika pemda kesulitan dalam pembiayaan perbaikan jalan tersebut dengan catatan clear dalam setahun,” sambung dia.

Pemerintahan Lombok Tengah selanjutnya di tahun 2026, Rif’ai ingin semua permasalahan jalan yang tinggal sedikit akan selesai semua terutama di daerah yang belum sama sekali di perbaiaki ataupun di hotmix.

Sementara itu setiap jalan kabupaten yang dalam keadaan rusak selalu ada di setiap kecamatan, contohnya jalan perbatasan antara Janapria dengan wilayah Lombok Timur yang telah sekitar 8 tahun tidak ada perbaikan.

“Beleka ke Sepit, Lekor ke Sukarara. Itu jalan yang sejak 2016 belum ada sampai saat ini perbaikan, belum lagi di kecamatan lainnya,” ujarnya.

Adapun terkait banyaknya jalan desa yang diusulkan berstatus menjadi jalan kabupaten, ungkap politisi PKS tersebut tidak masalah karena jumlah jalan yang rusak ini telah clear dan diajukan bertahun-tahun sebelumnya.

“Apalagi akhir-akhir ini banyak masyarakat yang demo terkait masalah jalan,” pungkasnya.(zak)

 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 219

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *