Kemenag Mataram Belum Terima Surat Resmi

Travel scaled

DOK/RADAR MANDALIKA SEPI: Dua orang karyawan salah satu travel umrah dan haji yang berada di Kota Mataram tetap ngantor saat awal terjadi penyebaran pandemi Covid-19.

Soal Pemberangkatan Jamah Umrah

MATARAM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, sampai saat ini belum menerima surat resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) terkait pemberangkatan para jamaah umrah ke Arab Saudi. Sebelumnya, sudah ada ratusan jemaah umrah asal Indonesia yang terbang secara bertahap sejak 1, 3, dan 8 November 2020.

“Selama saya (menjabat) kurang sedikit satu bulan belum ada kita terima secara resmi,” kata Kepala Kemenag Kota Mataram, H Muhammad Amin, kemarin (18/11).

Dia tidak menyangkal sudah ada jemaah dari Indonesia yang berangkat menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah. Setelah sebelumnya dilarang oleh Pemerintah Arab Saudi dengan alasan karena di tengah masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. “Sudah ada yang berangkat. Bahkan informasi ada (jemaah Indonesia) yang positif,” cetus Amin.

Dengan adanya jemaah umrah asal Indonbesia yang terkonfirmasi positif. Menurut Amin, kemungkinan besar akan ada pembatasan jumlah jemaah umrah. Karena itu, dia juga meminta pemerintah agar lebih selektif terhadap jemaah umrah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah.

“Kalau terjadi di musim haji bisa jadi ada pembatasan lagi. Tapi kita tunggu informasi yang pasti dari Pemerintah Arab Saudi,” kata dia.

Tapi, apakah sudah ada jemaah umrah dari Mataram yang sudah diberangkatkan ke Arab Saudi? Amin mengaku sama sekali belum mendapat laporan terkait ada tidaknya jemaah umrah yang sudah berangkat dari biro perjalanan atau travel haji dan umrah tertentu. Pemberangkatan jemaah umrah ada di masing-masing travel.

“Kalau umrah ini kan travel langsung. Sampai saat ini masih belum ada yang ngelapor ke kita,” terang dia.

Seperti diketahui, sudah 359 orang jemaah umrah asal Indonesia sudah terbang ke Arab Saudi. Rinciannya, gelombang pertama sebanyak 224 jemaah umrah pada 1 November, gelombang kedua ada 89 orang pada 3 November, dan gelombang ketiga ada 46 orang berangkat pada 8 November.

Namun, sebanyak 13 jemaah umrah terkonfirmasi positif Covid-19. Karena itu, Arab Saudi kembali menutup proses visa umrah bagi Jemaah Indonesia atau melarang Indonesia untuk mengirim jemaah umrah. Sementara ini, Arab Saudi sedang melakukan evaluasi terkait pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

“Memang faktor usia apalagi (jemaah) lansia (lanjut usia) cukup rentan. Makanya kita menunggu ini apa kepastiannya. Nunggu kepastian saja seperti umrah ini. Nanti kita informasikan kembali,” terang Amin. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dewan Minta Laporkan Bawaslu ke DKPP

Read Next

Cerita Guru Honorer Asal Lombok Timur

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *