Kemenag: Kemungkinan Tak Ada Tambahan Kuota Haji 2021

Haji scaled

DOK/RADAR MANDALIKA HAJI: Petugas saat memasukkan koper para CJH ke dalam bus di Kantor Kemenag Kota Mataram, pada 2019 lalu.

MATARAM – Keberangkan Jamaah Calon Haji (JCH) dari Indonesia di tahun 2020 tertunda karena adanya wabah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram menyebutkan untuk tahun 2021 mendatang kemungkinan tidak ada penambahan kuota haji. Termasuk untuk di Kota Mataram.

Kepala Kemenag Kota Mataram, H Muhammad Amin mengungkapkan, jika ada penambahan kuota CJH di tahun depan pasti ada pemberitahuan resmi dari pemenerintah pusat dalam hal ini Kemenag RI.

“Tapi kelihatannya kemungkinan-kemungkinan penambahan ini kemungkinan ndak (ada),”kata dia, belum lama ini.

Apa yang dikatakan itu bukan tanpa alasan. Selain alasan pandemi Covid-19 yang belum ada kepastian akapan akan berakhir. Amin juga menyoroti soal sarana dan prasarana yang tersedia bagi jemaah haji di Arab Saudi. Terutama soal akomodasi seperti tempat penginapan jemaah haji yang dinilainya masih terbilang terbatas.

“Kalau kita lihat dari pengalaman di tahun 2018 saya jadi petugas itu, sesak dia di kemah baik di Mina maupun di Arafah. Kecuali kalau nanti kemah itu mungkin lantai dua (II),” beber dia.

Tidak menutup kemungkinan juga ada pembatasan kuota haji untuk tahun depan dari Pemerintah Arab Saudi. Lagi pula ujar Amin, soal pemberangkatan haji di tahun 2021 mendatang belum ada kejelasan atau kepastian hingga saat ini.

“Kita menunggu informasi saja,” kata pria yang belum lama ini menjabat Kepala Kemenag Kota Mataram itu.

Kembali dikatakan, ada tidaknya penambahan kuota haji 2021 se Indonesia hingga sekarang belum ada kejelasan. Pihaknya di daerah belum menerima informasi resmi dari pusat. Akan tetapi, lanjut Amin, kalaupun ada penambahan kuota palingan cuma sekitar 10 ribu orang seperti biasa.

“Itupun belum jelas. Kita belum mendapatkan informasi yang pasti. Nanti kalau sudah ada kita informasikan,” cetus dia.

Terkait pendamping untuk jemaah haji lanjut usia (Lansia). Amin mengatakan, tetap ada pendamping paling tidak dari  keluarga jemaah haji sendiri.  Namun, Kemenag di daerah tidak bisa lagi mengusulkan pendamping ke pemerintah pusat seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Melainkan sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Pendammping sudah ditentukan oleh pusat. Tidak lagi kita ngusul seperti tahun sebelumnya,” jelas Amin.

Sekadar diketahui, sekitar 741 JCH di Kota Mataram gagal berangkat ke Tanah Suci Makkah di tahun 2020 karena adanya pandemi Covid-19. Akan tetapi, mereka yang gagal tahun ini akan diberangkatkan di tahun 2021 mendatang. Namun, tinggal menunggu informasi soal kepastian pemberangkatan. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sepekan Tak Tuntas, Iskandar Siap Mundur

Read Next

Ruang Kelas SDN 2 Batunyala Nyaris Ambruk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *