Keluh Kesah Atlet Karate Lombok Tengah

F Bok

BUYUNG/RADAR MANDALIKA LATIHAN: Para atlet tengah berpose usai melakukan latihan.

Dilepas Bebas Pemerintah, Mau Buat Lomba Harus “Todong’ Proposal

Masa depan para atlet Karate Lombok Tengah buram. Perhatian pemerintah Lombok Tengah tak pernah terlihat. Hal ini menyebabkan mereka mengeluh. Seperti apa? Berikut hasil wawancara Radar Mandalika.

BUYUNG-LOMBOK TENGAH

FORUM Karate Indonesia (Forki) Lombok Tengah mencurahkan unek-unek selama ini. Katanya, mereka tak pernah mendapat perhatian pemda Lombok Tengah. Hal itu diungkapkan salah satu Anggota Majelis Sabuk Hitam (MSH) DAN 1 Lombok Tengah, L Aden Fatwapati. Ia mengatakan, melihat potensi atlet karate yang ada di Lombok Tengah, dia sendiri menilai masih banyak bibit potensial yang jika serius dibina akan memunculkan para atlet tanah air yang nantinya dapat membawa nama baik wilayah. Namun, pihaknya melihat saat ini pemda khususnya KONI tak terlalu memperhatikan pengembangan di bidang cabang olah raga Karate. Hal tersebut didasari karena selama ini pembinaan dan penganggaran jarang sekali pihaknya dapatkan dari pemda.
“Jika tidak ada perlombaan kita tidak dibina ataupun difasilitasi. Tetapi jika ada kejuaraan secara mendadak kita di minta bersiap secara maksimal. Jadi bagaimana mau berprestasi kalau caranya kejut-kejutan seperti ini,” ungkapnya ngeluh.
Saat ini dirinya bersama anggota lain masih tetap berlatih secara mandiri tanpa ada dukungan pemda. “Selama ini kita dilepas bebas. Jadi wajar jika beberapa tahun belakang atlet di bidang Karate minim prestasi,” katanya fulgar.
Saat ini jika ingin mengadakan lomba ataupun kegiatan jenis peningkatan kapasitas atlet, pihaknya harus buat proposal dulu baru mendapat anggaran. Untuk itu, dirinya menilai saat ini bisa dikatakan percuma bernaung di payung pemerintah jika tak diurus. Dirinya berharap semoga pesan ini dapat tersampaikan kepada pihak yang bertanggung jawab terhadap pengembangan para atlet di Loteng.
Dirinya melanjutkan, belum lagi masalah kejelasan masa depan yang sampai saat ini tak ada kebijakan yang membawa kemaslahatan kehidupan para atlet dapat terjamin kedepannya.

Dia menambahkan, selama pandemi kegiatan atau event dilakukan secarea virtual. Tetapi kegiatan latihan di masing-masing wilayah dilakukan langsung setiap minggu secara rutin. Ia menyebut, kompetisi kata atau event gerakan Karate usia dini dikirim sebanyak dua orang dari Lombok Tengah. Dan beberapa kali pihaknya juga sempat mengukuti kejuaraan dan membawa nama NTB khususnya Lombok Tengah dikejurnas melalui empat atlet karatai junior. Hal ini terus dilakukan tidak lain untuk tetap menjaga eksistensi cabor karate di Lombok Tengah. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Jaksa Panggil Bendahara RSUD Praya

Read Next

Aknal Tegaskan, Parkir Bukan Urusan Pol PP

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *