Kekuatan Besar, Bim Akhirnya Berhasil Dilumpuhkan

F Pelaku

POLRES SUMBAWA FOR RADAR MANDALIKA DIRAWAT: Jajaran kepolisian Polres Sumbawa saat melihat kondisi pelaku sedang dirawat di RS Sumbawa, Minggu kemarin.

MATARAM – Pelaku penganiayaan seorang perwira Polres Sumbawa hingga meninggal dunia berhasil dibekuk tim gabungan kepolisian. Pelaku ditangkap dengan singkat sejak kasus penganiayaan yang menimpa seorang Perwira Polres Sumbawa, IPDA Uji Siswanto, Kamis (09/07) malam pekan lalu di Desa Tengah, Kecamatan Utan. Tersangka selanjutnya dilakukan pengejaran sejak Jumat, Sabtu, hingga ditangkap Minggu (13/07) pagi kemarin.

Kabid Humas Polda NTB, Kombespol Artanto menyampaikan, pelaku Syamsul Hidayat alias Bim yang beralamat di Dusun Tengah III Desa Tengah, Kecamatan Utan berhasil ditangkap sekitar pukul 07.30 Wita.

“Tersangka Bim hendak menyeberang tadi subuh ke Pulau Lombok lewat Labuhan Alas. tersangka bersembunyi di Dusun Bangsal Labuhan Alas Kecamatan Utan,” ungkap Artanto menyampaikan keterangan berdasarkan data yang dilaporkan Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra.

Sejak dikejar, Bim berpindah – pindah di beberapa tempat. Saat dilakukan penangkapan, tersangka membawa senjata tajam untuk melakukan perlawanan. Petugas terpaksa melakukan tindakan terukur dengan melepas tembakan melumpuhkan.

Artanto memaparkan sesuai laporan Kapolres rekam jejak tindak pidana yang dilakukan tersangka Bim. Antara lain, pencurian Toko Emas di Alas (2015), perampokan gaji guru di KSB (2007) dan penganiayaan Kades Utan Tengah tahun 2016.

“Pengejaran hingga penangkapan terhadap tersangka Bim melibatkan banyak Tim, yakni Tim Puma Polres Sumbawa, Tim Resmob Polda NTB, Tim Intel Polres, Tim Narkoba Polres, Tim Puma Polda NTB, Satpol Airud, Polsek Buer, Polsek Utan, Polsek Alas,” bebernya.

Saat ini Bim sedang menjalani perawatan medis di RSUD Sumbawa. Tim gabungan tersebut diapresiasi oleh Polda NTB sendiri. “Polda NTB mengapresiasi Tim Gabungan yang berhasil menangkap pelaku,” katanya.

Sebelumnua, Jumat 10 Juli 2020 pukul 10.00 Wita Polres Sumbawa menangani kasus penganiayaan menggunakan sajam (pisau) yang menyebabkan IPDA Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan meninggal Dunia.

Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra menceritakan kronologi kejadian dimana Jumat 10 Juli 2020 Pukul 08.00-09.00 Wita, Kanit Reskrim menuju Desa Stowe Brang untuk menyelesaikan permasalahan sesuai LP/24/VI/2020 tanggal 28 Juni 2020 antar pelapor Agus dengan pelaku penganiayaan dan sekitar jam 09.40 Wita korban telah kembali dari menyelsaikan kasus kemudian menuju Desa Tengah yaitu, rumah mertua korban.

Sekitar jam 10.00 Wita sesampainya di simpang 4 Desa tengah (belakang Kantor Desa Tengah) tiba-tiba korban diserang dalam posisi mengendarai sepeda motor oleh pelaku menggunakan sajam mengenai beberapa bagian tubuh korban dan sempat dilerai oleh saksi, Abdul Hamit orang tua pelaku yang ada di TKP dan mengamankan senjata tajamnya. Namun pelaku terus melakukan penganiayaan dan dapat dipisahkan kemudian korban dibawa oleh saksi ke Puskesmas Utan untuk penanganan awal dan dirujuk ke RSUD Sumbawa untuk penanganan lebih lanjut mengingat lukanya cukup parah.

“Namun disaat perawatan korban menghembuskan nafas terahirnya,” ceritanya.

AKBP Widy Saputra mengatakan, korban meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Sumbawa. Janazah korban akan diotopsi. Sebab kata dia, berdasarkan pengamatan pihaknya, luka koban tidak begitu patal. Sehingga perlu dikalukan otopsi untuk mengatahui penyebab kematiannya.

Pelaku dikatahui merupakan seorang residivis perampokan, beberapa tahun lalu. Kapolres menambahkan, korban ini selama pengabdiannya dikenal baik dan ulet. Dia merupakan seorang ayah yang baik. Di masyarakat juga dikenal ramah. Semua permasalahan masyarakat ia tangani mengedapankan mediasi secara kekeluargaan.

“Ini sebuah pukulan bagi kami, ini personel terbaik kami,” paparnya.(jho/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Diisukan Bubar, Suryade: PKS Masih Bersama Saya

Read Next

Libatkan 4.673 UMKM/IKM, JPS Gemilang Tahap III, Besok Mulai Didistribusikan untuk 120.000 KK

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *