Kartu Vaksin jadi Syarat PKL, Mahasiswa Mengeluh

F AA mahasiswa

ARIF / RADARMANDALIKA.ID MENGELUH: Sejumlah mahasiswa UIN Mataram tengah berkumpul di salah satu tempat di area kampus.

MATARAM – Kartu vaksin covid-19 menjadi syarat administrasi dalam pendaftaran Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang diterapkan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. PKL ini akan dilakukan dibeberapa instansi dan lembaga terkait oleh mahasiswa semester 7 setelah melaksanakan Kuliah Kerja Pertisipasi (KKP).
Kasubbag Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram, Andri Winarto menyampaikan adapun alasan diberlakukannya sertifikat vaksin ini lantaran sebagai ihtiar. Sebagaimana pengalaman yang di rasakan pada tahun 2020, banyak lembaga yang meminta peserta PKL untuk melakukan Swab- PCR dan rapid.
Karena itu memerlukan biaya sehingga pihaknya sebagai panitia berinisiatif meminta kepada mahasiswa untuk menyertakan kartu vaksin tahap dua. “Pengalaman PKL tahun lalu serta di minta bukti rapid oleh beberapa instansi di lokasi PKL,” katanya.
“Kami harap lembaga atau instansi lokasi PKL bisa nyaman dan tenang dalam merima peserta PKL dimasa pandemi,”sambungnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 UIN Mataram Drs. H. Subuhi saat dikonfirmasi mangatakan, ini adalah kebijakan panitia internal.”Belum ada persyaratan seperti itu. Iya kebijakan internal,” kata H. Subuhi yang juga Karo Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Mataram.
Sementara itu sejumlah mahasiswa mengeluhkan adanya penyertaan kartu vaksin tahap dua sebagai syarat pendaftaran PKL. Salah seoranag mahasiswa mengatakan, ini menjadi masalah ketika kartu vaksin menjadi syatanya apalagi bagi dia dan teman-temannya yang memiliki penyakit dan tidak bisa mendapatkan kartu vaksin.
“Kartu vaksin tahap dua menjadi syarat pendaftaran PKL. Untuk tahap pertama saja belum saya dapatkan karena saat mencoba untuk vaksin sampai dua kali, tapi tidak diperbolehkan oleh dokter karena penyakit saya,” ungkap mahasiswa UIN Mataram inisial SA.

Anggota Komisi V DPRD NTB, Akhdiansyah angkat bicara soal ini. Dia menyamapaikan pada prinsipnya jangan menghalangi mahasiswa untuk belajar. Idealnya, kampus bisa mencarikan solusi bagi para mahasiswa yang akan melanjutkan proses belajarnya di kampus.
“Jangan menghalangi, dan kampus harus mencari solusi soal vaksin,” katanya tegas.(rif)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemprov Temukan Empat Kasus, ITDC Kurang Respons

Read Next

Zul-Rohmi Jilid II, Pengamat: Belum Yakin Bisa Berlanjut

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *