Zul-Rohmi Jilid II, Pengamat: Belum Yakin Bisa Berlanjut

1631041130249

IST/RADARMANDALIKA.ID DARI KANAN: Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Wagub Sitti Rohmi Djalillah.

MATARAM – Statement Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang mengatakan belum pasti bareng dengan Sitti Rohmi Djalillah (Zul-Rohmi) jilid II, mendapat tanggapan banyak pihak. Salah satunya pengamat politik NTB. Menurut pengamat ini, apa yang disampaikan gubernur itu menandakan Doktor Zul sendiri sampai saat ini belum yakin, Zul- Rohmi jilid II bisa berlanjut.
“Itu artinya saya kira belum ada satu kepastian keyakinan gabung (Zul- Rohmi),” terang Pengamat Politik NTB, Ihsan Hamid, Selasa kemarin.

Menurutnya, salah satu yang menyebabkan keraguan itu pertama Pilkada masih panjang. Sehingga pasti banyak dinamika-dinamika nantinya yang akan muncul.
“Sehingga wajar Zul belum beri kepastian,” katanya.

Selanjutnya, statment Bang Zul itu juga bisa dibaca bahwa warga NTB diharapkan tidak terburu-buru membahas Pilkada. Bang Zul ingin memperlihatkan bukti bekerja untuk rakyat. Sebab, Pikada 2024 nanti akan diukur dari kinerja dan prestasi yang dilakukan saat menjabat.
“Itu analisa secara umum,” katanya.

Katanya, apa disampaikan Bang Zul itu dilihatnya akumulasi dari sikap level elit politik NTB, para stakeholder ataupun simpul suara Zul-Rohmi dulunya yang belum memberikan kepastian. Disebutkannya dari partai juga belum ada yang bisa memberikan jaminan kepada Zul-Rohmi kecuali hanya PKS saja. Misalnya salah satu partai pengusungnya Demokrat. Namun sikap Demokrat itu dilihatnya wajar. Mungkin Demokrat merasa belum “diberikan posisi proforsional” apakah itu jabatan, logistik atau sumber daya yang diharapkan.

Selanjutnya, dari simpul suara NWDI misalnya dessision maker-nya yaitu, Tuan Guru Bajang menjadi penentu apakah jilid II bisa lanjut atau tidak.

Yang muncul saat ini, ada tiga kelompok suara di NTB. Kelompok pertama menginginkan jilid II tetap, kedua menginginkan berpisah mencari pasangan masing -masing atau salah satunya mundur tidak melanjutkan kompetisi dan kelompok, ketiga menginginkan Zul dan Rohmi sama-sama merebutkan NTB 1.

Ihsan menilai, munculnya tiga kelompok tersebut kemungkinan karena tidak puas dengan kinerja Zul – Rohmi saat Ini. Kedua karena pendudukung Zul-Rohmi dulu belum semuanya mendapatkan jatah akomodasi kekuasaan, jatah akses bantuan sehingga memunculkan desakan supaya sebaiknya berpisah.

Namun Ihsan melihat jika jilid II tetap berlanjut mereka akan menjadi paslon yang paling kuat. Sebab, penguasaan birokrasi dan program masih di tangan mereka.
Namun yang menjadi tantangan Zul- Rohmi jika bersatu kembali yaitu, keberpihakan penjabat. Sebab jabatan mereka berakhir sampai 2023. Sisa waktu sampai berlangsung Pikada yang diperkirakan berlangsung bulan November 2024 itu masih dalam kekuasaan penjabat.
“Orang menunggu akan ada Plt yang bisa memberikan untuk semakin melanggengnya akses kekuasaan birokrasi yang dimiliki paket Zul-Rohmi,” sebutnya.

Sementara itu, keluarga besar Rohmi yang dikonfirmasi Radar Mandalika memilih diam, misalnya Irzani. Bahkan suami Rohmi sendiri, Khairul Rijal takut bersuara.
“Ampure, nanti salah ngomong, tiang baiknya diam saja,” jawabnya.

Informasi yang diterima Radar Mandalika, di lapangan mulai muncul nama paket baru yaitu, Fahmi (Fahri Hamzah – Sitti Rohmi Djalillah). Narasumber yang enggan dikorankan namnya itu mengatakan, Fahmi menjadi pilihan jika Zul-Rohmi pisah dan itupun jika Rohmi tetap legowo menjadi wakil kembali.
“Kita siapkan paket FAHMI,” kata sumber ini.

Sementara itu, Ormas NWDI nampaknya belum satu suara terkait potensi jilid II. Ketua PD NWDI NTB, TGH Mahally Fikry mengakui, pihaknya berharap kader NWDI bisa maju mencalonkan diri sebagai calon Gubernur NTB, dan tidak lagi menjadi calon wakil gubernur di Pilkada 2024.
“Kita dorong kader NWDI maju menjadi calon Gubernur,” katanya.
Namun demikian, Mahalli mengakui Rohmi menjadi kader paling potensial dijagokan untuk NTB 1. “Saatnya kader NWDI jadi nomor satu di Pilkada NTB 2024,” tegasnya.

Apalagi lanjutnya, kader NWDI yakni Dr TGB Zainul Majdi atau akrab disapa TGB dua periode memimpin NTB. TGB pun dinilai sangat berhasil memimpin NTB. Berbagai capaian pembangunan dan prestasi ditorehkan oleh TGB selama dua periode memimpin NTB.
“Entah siapa nanti kader internal disepakati usung di Pilkada NTB. Tetapi kita berharap, kader internal NWDI jadi calon Gubernur NTB di Plgub 2024,” kata Mahalli.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kartu Vaksin jadi Syarat PKL, Mahasiswa Mengeluh

Read Next

Bos Walet Ditipu 15 Miliar, Polisi Diminta Usut Tuntas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *