KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID Samsul Rizal

PRAYA – Lama bernaung di Partai Golkar, politisi handal Samsul Rizal memilih pindah partai. Mantan Kepala Desa Pagutan Kecamatan Batukliang ini akhirnya berpindah hati ke Partai Demokrat dalam mencalonkan diri pada Pileg 2024 mendatang. 

Kepada Radarmandalika.id, Samsul Rizal membeberkan alasannya beralih pelabuhan perjuangan menjadi legislatif melalui partai yang berbeda. “Ini pilihan politik, dan yang melatarbelakangi saya pindah dari Golkar ke Demokrat yakni pertimbangan politik, hitungan matematik sehingga saya putuskan nyaleg lewat Demokrat,” ungkapnya.

Diakui, pilihan ini banyak memunculkan pertanyaan. Terutama soal bagaimana hubungan dirinya dengan Bodak, Bupati, mantan Bupati, Wakil Bupati dan lainnya. Namun hal ini, ia rasa tidak akan merusak hubungan baiknya. Menurutnya, Golkar pun sudah banyak memberikannya pelajaran politik yang sangat luar biasa dan berjasa terhadapnya. “Namun saat ini saya rasa Demokrat ini menarik,” katanya.

Ia membeberkan perbedaan Golkar dan Demokrat. Yakni, Demokrat banyak digandrungi politisi muda, dan pecinta milenial. Untuk saat ini, kata dia, pemuda harus berdedikasi. “Pemuda harus berkesempatan dan diberikan ruang dalam mengelola pemerintahan ini,” katanya. 

“Saya rasa Demokrat ini partai milenial di Loteng. Dalam berkumpul dan berjibaku dengan pemuda, banyak pengalaman dan pelajaran baru di politik,” paparnya.

“Prinsip politik saya yakni riang gembira, karena dalam politik itu ibarat pesta, maka harus dilandasi riang gembira,” tambahnya.

Hal-hal lainnya kaitan hubungan baik yang ia jalin selama ini baik di partai, lembaga, dan pemerintahan diyakini tidak akan rusak gara-gara politik. “Tim percepatan ini, bukan legitimasi partai politik, namun sebagai legitimilasi tokoh masyarakat,” jelasnya.

Rizal mengaku saat masih di Golkar selalu diberikan paparan yang sangat bijak dan diberikan keleluasaan dalam pilihan politiknya. “Silakan saja karena itu hak pribadi, itu aja sih pesan Abah Uhel,” ungkapnya.

Diketahui, sosok Samsul Rizal identik dengan Bodak, ia merupakan alumni yang selalu dekat dan menjadi tim inti dalam momen-momen politik Suhaili (Abah Uhel, red). Dimana identiknya keluarga besar Bodak yakni Partai Golkar. Kemudian dilanjutkan dalam dua periode Suhaili memimpin Lombok Tengah. Kemudian saat ini Pathul-Nursiah, Samsul Rizal tetap menjadi tim inti ring satu pemenangan. Rizal tidak dapat diragukan lagi loyalitas, dan pengabdiannya di Partai berlogo beringin ini. 

“Saya yakin tidak akan berdampak apapun soal keputusan politik ini, beliau (Abah Uhel, red) tokoh dan guru saya,” tandasnya. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 549

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *