Kapolres Mediasi KPU dan Wartawan

F AAA MEDIASI scaled

BUYUNG/RADAR MANDALIKA MEDIASI: Kapolres Loteng saat memediasi Ketua KPU Loteng dan perwakilan wartawan, kemarin.

Ketua KPU: Saya Meminta Maaf

PRAYA – Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho berinisiatif memfasilitasi mediasi wartawan dan Ketua KPU Loteng, L Darmawan, Rabu kemarin. Mediasi ini buntut dari munculnya polemic lantaran wartawan dilarang meliput kegiatan debat public terbuka pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Lombok Tengah, Sabtu malam pekan lalu di D’max Hotel.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho mengatakan, terkait tidak adanya pemasangan layar untuk menonton di luar ruangan debat, kapolres mengakui bahwa dirinya yang melarang.  Sebab takutnya ada massa yang datang ke area debat. Penggunaan Hotel D’max sebetulnya menjadi perdebatan antara pihak pengaman (kepolisian, red) dan KPU Loteng.

Dimana di hotel itu sendiri berada dibagian selatan Lombok Tengah, yang dimana sebagian besarnya wilayah tersebut adalah milik basis dari ke lima calon. Sementara soal tidak diberikannya hak wartawan dalam meliput kegiatan debat kemarin. Dirinya menjelaskan, untuk hal tersebut sudah terwakili oleh media televisi. Menurutnya, kegiatan debat itu berbeda dengan tahapan pengundian nomor urut atau pendaftaran kemarin. Pasalnya, jika ada wartawan lain selain media televisi diberikan masuk, maka besar kemungkinan wartawan lain juga ikut masuk, dan hal tersebut otomatis mengganggu jalannya proses debat. Jadi atas dasar itu, media selain televisi yang sudah bekerjasama dengan KPU, tentu tak boleh mendapat akses masuk.

“Dalam debat  itu butuh konsentrasi penuh, nanti kalau wartawan selain temen-temen TV yang memahami mekanisme penyiaran masuk, takutnya akan mengganggu kegiatan debat kalau mereka tak paham aturan main,” jelasnya.

“Aturan main itu semisal, rata-rata rekan televisi kalau dalam ruangan itu menggunakan pakaian gelap. Kalau yang datang pakai kode dress lain bisa saja mengganggu sesi debat,” tambahnya.

Kapolres juga mengaku tak dapat akses masuk dalam kegiatan debat tersebut. “Saya memang dapat kursi bersama Dandim, tapi mau gimana lagi. Takut debat terganggu kalau HT saya bunyi saat ada koordinasi yang harus saya arahakan diluar arena. Makanya saya pilih keluar,” sambungnya.

Sementara, Ketua KPU Loteng, L Darmawan mengatakan, terkait wartawan yang memaknai bahwa KPU Loteng telah membatasi kebebasan pers, dinilainya tidak benar. Diakuinya, bahwa pihak KPU tidak mungkin bisa lepas dari peran media. Pasalnya, dibeberapa kegiatan sebelumnya apakah pernah KPU Loteng tidak melibatkan media.

“Jadi setiap tahapan dan kegiatan selalu kita hadirkan media, termasuk dalam kegiatan debat perdana kemarin,” ujarnya.

Terkait debat ini sudah diatur dalam PKPU khusus seperti yang tercantum dalam pasal 6, 10, 13 tahun 2020 yang mengatur tentang protokol kesehatan covid-19.

Untuk debat kemarin, dalam aturan harus dilakukan di dalam studio lembaga penyiaran publik, swasta, atau tempat lainnya. KPU Loteng sendiri memilih tempat lainnya, yakni Hotel D’max. terkait penyiaran, pihaknya memilih stasiun lembaga televisi TVRI untuk dilakukan penyiaran secara langsung.

“Artinya, kita sudah libatkan media di sini, jadi kenapa kita dikatakan tidak libatkan media,” tanyanya.

Terkait undangan, hal tersebut sudah disampaikan beberapa kali, undangan ini batasnya maksimal 50 orang. DPRD dan Bupati saja tidak diundang, pihaknya hanya mengundang Bawaslu, paslon dan perwakilan tim pemenangan saja.

“Jadi kenapa kita tidak undang temen-temen wartawan, nanti takutnya kalian kecewa karena ada SOP yang harus dijalankan di lokasi,” sebutnya.

Kemudian, terkait telat merespons saat dimintai konfirmasi itu semata-mata karena kesibukan.  Maka dari itu atas kekecewaan rekan wartawan, dirinya meminta maaf.

“Kalau berbicara soal aturan protokol covid-19, kalau kami sendiri terbukti tak menerapkan aturan tersebut maka habislah kami selaku penyelenggara. Jadi aturan sudah jelas, silakan dinilai dimana salahnya kami,” katanya.

Dia berjanji, kedepan pihaknya akan mencari pola yang terbaik dalam melaksanakan kegiatan debat berikutnya. Terkait apa yang menjadi masukan hari ini, pihaknya mengucapkan terimakasih dan tentu akan mengupayakan sebaik mungkin melakukan perbaikan dalam kegiatan selanjutnya. (buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

PKB-PPP Tepis Isu Kadernya Membelot di Loteng

Read Next

Bawaslu Sorot Kinerja KPU Loteng

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *