Lombok Barat – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenkum NTB) menyerahkan sertifikat merek “Car Free Nite” Lombok Barat kepada Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dalam rangkaian kegiatan Festival Seni Hampir Punah yang digelar di Car Free Nite Giri Menang Park, Sabtu (9/5) malam.

‎Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Kakanwil Kemenkum NTB I Gusti Putu Milawati didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Anna Ernita.

‎Momentum tersebut menjadi bentuk dukungan nyata Kanwil Kemenkum NTB terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam melindungi karya kreatif dan program unggulan daerah melalui kekayaan intelektual. “Car Free Nite” dinilai tidak hanya sebagai sarana hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai identitas kreatif daerah yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.

‎Dalam kesempatan tersebut, I Gusti Putu Milawati menyampaikan bahwa penyerahan sertifikat KI merupakan langkah penting untuk melindungi sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.

‎”Car Free Nite yang dipadukan dengan festival budaya merupakan kegiatan positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan mendukung perkembangan UMKM lokal,” ujarnya.

‎Milawati juga berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mendaftarkan kekayaan intelektualnya, baik berupa hak cipta maupun merek. Selain itu, ia turut mengimbau para pelaku usaha untuk mendaftarkan Perseroan Perorangan guna memperkuat legalitas usaha mereka.

‎Sementara itu, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menyampaikan bahwa kegiatan Car Free Nite ini telah dilaksanakan secara konsisten oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebagai agenda rutin.

‎“Terima kasih kepada Kementerian Hukum yang telah memberikan sertifikat KI (merek) Car Free Nite Lombok Barat sebagai sebuah kegiatan festival yang kini telah terdaftar secara resmi,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, Car Free Nite merupakan kegiatan yang memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM. Dengan adanya sertifikat KI ini, diharapkan menjadi motivasi untuk terus melaksanakan kegiatan tersebut secara berkelanjutan sebagai upaya menghidupkan dan memperkuat UMKM di Lombok Barat.

‎Festival Seni Hampir Punah sendiri menjadi ruang pelestarian budaya lokal dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional yang mulai jarang ditemui. Kehadiran kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya daerah, sekaligus mendorong lahirnya kreativitas yang terlindungi secara hukum. (red) 

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *