‘Kado’ Pergantian Tahun, Plang Nama Bandara Dirusak

WhatsApp Image 2020 12 31 at 19.29.37

sebelum plang nama tambahan BIL menjadi BIZAM dirusak, Jumat dini hari.

PRAYA-Momen pergantian tahun dari 2020 ke 2021 sempat tegang di depan pintu masuk Bandara Internasional Lombok (BIL), Jumat dini hari. Sebelumnya, terjadi pemadaman listrik mendadak di lingkar bandara pukul 00.00 Wita, tidak lama lampu pun nyala. Namun warga dikejutkan dengan adanya penambahan nama BIL menjadi BIZAM di plang pintu masuk bandara.

Warga yang melihat ada nama tambahan ini, spontan membuat puluhan warga lingkar bandara keuar melakukan aksi protes. Warga pun menanyakan siap yang telah berani menambah nama BIL. Warga yang dihadapkan dengan aparat keamanan langsung bertindak, warga merusak dengan cara mencabut huruf nama tambahan BIL menjadi BIZAM.

“Saya langsung ke lokasi karena dijemput warga, dan kita temukan sudah dirusak. Cuma memang kaget juga kami, tiba-tiba lampu mati begitu nyala nama tambahan BIL menjadi BIZAM sudah terpampang,” ungkap tokoh warga lingkar bandara, HL Moh. Putria saat dihubungi Radarmandalika.id via telpon.

Di lokasi, Putria mengakui menemukan ada kapolres dan dandim. Dalam kesempatan itu, Putria menyampaikan, dirinya sebagai orang tua tentu ingin menjaga kondusifitas baik yang pro dan kontrak penambaha nama BIL dengan menambahkan nama Pahlawan Nasional asal NTB. Putria juga menanyakan siapa pihak yang meminta nama BIL ditambah.

“Warga kami ini hanya korban kebodohan dari elit punya kepentingan.  Sementara rakyat yang tidak tahu jadi korban. Ini kedua kali dilakukan penambahan nama BIL dengan jam yang sama, Cuma awalnya itu kita berhasil gagalkan penambahan,” ceritanya.

Putria juga menegaskan, atas nama masyarakat ia tidak ihklas dan ridho warga sekitar dibenturkan dengan yang punya kepentingan. Mantan Kadisbudpar Lombok Tengah ini juga menanyakan apa menjadi urgensi nama ditambah atau dikurangi.

“Ini harus gunakan pendekatan kearifan local, kita harus duduk bersama pro dan kontrak. Kita dengarkan bersama apa alas tetap nama BIL atau ditambah BIZAM,” tegasnya.

Ia menyebutkan, jika penambahan nama BIL hanya mendatangkan mudarat harusnya kita sama-sama legowo menerima untuk kebaikan kita semua.

“Kalau saya ditanya kenapa bisa nama BIL, saya paham sekali. Dulu ada 11 usulan nama bandara yang itu disepakati oleh para tokoh di Lombok dan Pulau Sumbawa,” jelas dia.

Diceritakan Putria, dulu saat dibahas nama bandara. Dari 11 nama usulan bandara muncul nama Mandalika, Raden Resnem, Raden Binsih, Pejanggik, Selaparang, Siledendeng dan yang disepakati nama BIL yang tidak membawa nama organisasi, daerah tertentu, kelompok apalagi nama tokoh-tokoh.

“Nama harus umum agar bisa diterima semua pihak, Loteng saja sebagai tempat bandara tidak boleh semena-mena menjadikan nama bandara yang mencantumkan nama daerah,” terangnya.

“Nah sekarang kok tiba-tiba ditambah, alasan nama pahlawan nasional dan kami sangat menghormati beliu. Di Aceh saja tidak mesti nama pahlawan nasional jadi nama bandara, Jogja begitu juga di Malaysia sebagai contoh,” sambung dia.

Putria menerangkan, di Lombok Tengah saja banyak tuan guru yang berjasa besar dalam pembangunan bandara dan tidak pernah meminta nama mereka dicantumkan di nama bandara. “Tuan guru Bagu misalnya, peran beliau luar biasa dulu,” sebut Putria.

Aneh menurut Putria, kenapa di satu daerah menggunakan satu nama bandara yakni, BIZAM Rembiga demikian juga BIL mau ditambah menjadi BIZAM. “Ingat juga juga ada prasasti ditandatangan oleh Presiden saat itu bapak SBY, apakah boleh diubah begitu mudah. Saya jug baca Permenhub no 39 tahun 2019 itu disebutkan yang berhak ganti nama bandara adaah Menhub dengan usulan dari hasil rapat paripura DPRD yang berketempatan yakni DPRD Lombok Tengah dan bupati diperkuat rekomendasi tokoh Loteng baru diusulakn ke provinsi,” katanya.(r1)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pengurus FSKR Mataram Dikukuhkan

Read Next

Pantai Selong Belanak Ramai, Aparat ke Mana ?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *